Pulau Sumatra yang dikenal luas sebagai pulau keenam terbesar di dunia menyimpan catatan sejarah mendalam mengenai asal-usul penamaannya dari berbagai sumber kuno.
Berdasarkan catatan sejarah, sebutan untuk pulau ini berakar dari berbagai nama klasik seperti Suwarnadwipa atau Pulau Emas dalam naskah-naskah Sanskerta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Hamka, istilah Sumatra berawal dari keberadaan kata Samudra yang merujuk pada Kesultanan Samudera Pasai di pesisir timur Aceh.
Pernyataan tersebut turut didukung oleh catatan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko pada tahun 1345 yang melafalkan kata Samudra menjadi Shumathra.
Sementara itu, Nicolaas Johannes Krom berpendapat bahwa kata Sumatera berasal dari kata Sumatrabbhumi yang merupakan variasi dari Suwarnabhumi.
Dari analisis awak media, penggunaan nama tersebut juga dapat ditemukan dalam berbagai prasasti kuno di India seperti Prasasti Nalanda dan Prasasti Tanjore.
Dalam perkembangannya, pulau ini pernah menjadi pusat kekuasaan maritim yang sangat disegani melalui kehadiran Kedatuan Sriwijaya.
Kerajaan tersebut menguasai jalur perdagangan internasional di Selat Malaka sebelum akhirnya mengalami pergeseran kekuasaan akibat dinamika politik nusantara.