Louis Theroux Inside the Manosphere resmi tayang di Netflix pada 11 Maret 2026 dan langsung menyedot perhatian publik global. Dalam proyek yang disutradarai Adrian Choa ini, Theroux mencoba membedah ekosistem daring yang dikenal sebagai manosphere, sebuah jaringan kreator konten yang kerap menggaungkan paham hipermaskulinitas serta pandangan kontroversial terkait peran gender.
Melalui wawancara dengan berbagai figur kunci, dokumenter ini mengeksplorasi bagaimana para influencer membangun basis pengikut setia melalui platform media sosial. Theroux berusaha memahami pola bisnis di balik konten-konten tersebut yang sering kali memonetisasi pandangan ekstrem untuk meraih keuntungan finansial, seperti melalui kursus, keanggotaan privat, hingga merek gaya hidup.
Namun, pendekatan observasional khas Theroux dinilai kurang efektif menghadapi subkultur yang terbiasa menggunakan platform digital untuk mengubah kehadiran kru film menjadi konten bagi audiens mereka sendiri. "Metode penusukan observasional yang lembut milik Theroux terbukti tidak sebanding dengan budaya daring yang didefinisikan oleh amoralitas apatis," tulis kritikus Adam White dalam ulasannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKritik lain datang dari Lucy Mangan yang mempertanyakan relevansi teknik dokumentasi Theroux dalam konteks ini. Menurutnya, kegagalan dokumenter tersebut terletak pada minimnya perspektif perempuan yang terdampak, sehingga narasi yang dibangun terkesan seperti upaya mencari pembenaran atas perilaku para subjek daripada melakukan interogasi serius terhadap ideologi yang mereka sebarkan.
Daftar Tokoh Kontroversial dalam Dokumenter
Dalam dokumenternya, Louis Theroux menghabiskan waktu dengan beberapa tokoh berpengaruh dalam ekosistem manosphere. Mereka yang ditampilkan dalam film ini antara lain adalah Harrison Sullivan yang dikenal sebagai HSTikkyTokky, serta Nicolas Kenn De Balinthazy atau yang lebih populer dengan nama Sneako.
Selain itu, dokumenter ini juga menampilkan Amrou Fudl yang dikenal melalui akun Myron Gaines, serta figur lain seperti Justin Waller dan Ed Matthews. Mereka menjadi subjek investigasi Theroux untuk melihat bagaimana pesan-pesan dominasi pria dan kritik terhadap feminisme disebarkan secara masif kepada audiens muda.
Theroux sendiri sempat berupaya menggandeng Andrew Tate untuk proyek ini, namun interaksi tersebut tidak membuahkan hasil kesepakatan syuting. Tate justru menantang relevansi Theroux melalui perbandingan statistik pencarian di Google, yang menunjukkan perbedaan tren popularitas antara keduanya di dunia maya.
Pengamat media menilai bahwa kehadiran tokoh-tokoh ini dalam film justru memberikan panggung lebih besar bagi mereka. Tanpa adanya perlawanan narasi yang cukup kuat dari pihak pembuat film, banyak pihak khawatir bahwa penonton justru tidak mendapatkan pemahaman mengenai dampak buruk budaya manosphere bagi kesehatan sosial masyarakat.