Sebagaimana diwartakan, situasi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mendadak mencekam setelah ratusan santri dilaporkan mengalami keracunan massal pada Senin (1/9/2026). Peristiwa darurat ini dipicu oleh hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para santri usai melaksanakan ibadah salat zuhur.
Mengutip laporan media di lapangan, puluhan personel TNI bersama Banser langsung diterjunkan untuk mengamankan kawasan pesantren. Pengamanan super ketat ini dilakukan guna mengendalikan arus lalu lintas puluhan unit ambulans yang sibuk keluar-masuk membawa korban ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat.
Berdasarkan data sementara dari pihak berwenang, ratusan korban telah tersebar di sejumlah rumah sakit rujukan. Tercatat sebanyak 80 santri dirawat di RSUD Sidoarjo, 36 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, serta 9 santri lainnya dilarikan ke RS Pusura Gelam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBupati Sidoarjo, Subandi, memastikan bahwa kondisi para santri kini sudah mulai berangsur pulih dan tertangani dengan baik oleh tim medis. "Persoalannya hanya diare-diare saja. Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua," ujar Subandi.
Subandi juga menambahkan bahwa seluruh proses penanganan medis berjalan lancar tanpa hambatan berarti. "Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun," tegasnya menyikapi insiden keracunan massal yang mengejutkan publik Sidoarjo ini.