Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Jejak Kota Sawahlunto, Dari Tambang...
NASIONAL

Jejak Kota Sawahlunto, Dari Tambang Batubara Hingga Wisata Tua

By Anisa Cahyati 2 min read 16 Agustus 2026
Pemandangan lanskap Kota Sawahlunto dari ketinggian

Pemandangan lanskap Kota Sawahlunto dari ketinggian

Kota Sawahlunto merupakan salah satu wilayah urban di Provinsi Sumatera Barat yang berjarak sekitar 95 kilometer sebelah timur laut dari Kota Padang. Dikelilingi oleh tiga kabupaten yaitu Tanah Datar, Solok, dan Sijunjung, wilayah ini memiliki luas 273,45 kilometer persegi dengan populasi lebih dari 66 ribu jiwa.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan penghasil batubara utama di nusantara. Namun setelah penambangan dihentikan secara massal, kota ini sempat mengalami kemunduran akibat ditinggalkan oleh sebagian besar penduduknya.

Kini, kawasan tersebut sukses bertransformasi menjadi kota wisata tua berkonsep multi etnik yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Sejumlah bangunan peninggalan kolonial dilestarikan sebagai cagar budaya untuk mendukung sektor pariwisata berbasis sejarah.

Pemerintah daerah setempat terus berupaya mengembangkan potensi lokal dengan mencanangkan wilayah ini sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya. Langkah strategis ini terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor jasa dan pariwisata.

Sejarah Kelam dan Jejak Perkeretaapian Ombilin

Cikal bakal penambangan batubara bermula dari penemuan cadangan melimpah oleh para geolog Belanda seperti C. De Groot van Embden dan Willem Hendrik de Greve pada abad ke-19. Penelitian tersebut mencatat adanya ratusan juta ton batubara di sekitar aliran Batang Ombilin.

Pemerintah kolonial kemudian membangun jalur kereta api menuju Pelabuhan Teluk Bayur di Padang guna mempermudah distribusi hasil tambang keluar daerah. Operasional pengangkutan batubara tersebut mendongkrak perkembangan ekonomi secara signifikan sejak akhir abad ke-19.

Dalam proses eksploitasi masa itu, pihak kolonial mengerahkan ribuan narapidana dari berbagai penjuru nusantara sebagai tenaga kerja paksa atau yang dikenal sebagai Orang Rantai. Para pekerja tersebut menjadi tulang punggung operasional tambang dengan kondisi yang sangat berat.

Meskipun aktivitas pertambangan masa lalu meninggalkan catatan kelam, sisa-sisa infrastruktur seperti lubang tambang, museum, dan stasiun kereta api kini menjadi daya tarik wisata sejarah yang sangat diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Topics
kota sawahlunto sumatera barat tambang batubara ombilin wisata sejarah cagar budaya hindia belanda pariwisata
Jurnalis Gaya Hidup & Budaya

Anisa Cahyati adalah jurnalis yang mengabdikan dirinya pada dunia gaya hidup, musik, dan budaya. Ia percaya bahwa seni dan budaya adalah cermin masyarakat, dan melalui tulisannya ia ingin menghadirkan cerita-cerita inspiratif dari para musisi, seniman, dan pelaku budaya. Liputannya selalu segar, humanis, dan dekat dengan keseharian pembaca.