Museum Wayang di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, berdiri megah sebagai pusat pelestarian warisan budaya nusantara yang sarat akan nilai sejarah masa lampau. Gedung unik ini menyimpan perjalanan panjang sejak era kolonial Belanda sebelum bertransformasi menjadi rumah bagi ribuan jenis wayang dari berbagai penjuru daerah.
Bangunan tersebut awalnya bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda yang dibangun pertama kali pada tahun 1640 silam. Bangunan ini sempat mengalami pemugaran total pada tahun 1732 dan berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk sebelum akhirnya hancur akibat gempa bumi besar pada tahun 1808.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemasuki tahun 1912, struktur bangunan dirombak secara keseluruhan dengan gaya arsitektur Neo Renaissance khas Belanda oleh perusahaan Geo Wehry and Co yang memanfaatkannya sebagai gedung gudang. Gedung ini sempat beralih fungsi beberapa kali hingga akhirnya resmi diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975.
Hingga kini, museum tersebut menyimpan lebih dari 4.000 koleksi wayang mencakup wayang kulit, wayang golek, hingga boneka dari berbagai negara sahabat. Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas modern seperti ruang imersif berbasis teknologi digital serta menikmati pertunjukan wayang rutin setiap akhir pekan.
Koleksi Ribuan Wayang dan Fasilitas Modern
Koleksi wayang di museum ini tidak hanya berasal dari pulau Jawa, melainkan juga menampilkan ragam seni pewayangan dari Palembang, Banjarmasin, Bali, hingga Lombok. Wayang kulit khas Lombok yang dinamai wayang sasak terbuat dari kulit kerbau dipahat dengan detail artistik.
Selain wayang nusantara, museum turut memamerkan boneka serta koleksi seni pertunjukan dari Tiongkok, Kamboja, Thailand, hingga berbagai negara di Eropa. Berbagai koleksi berharga ini ditata rapi guna memberikan pengalaman edukatif bagi setiap pengunjung yang datang.
Pihak pengelola terus berinovasi dengan menyematkan teknologi terkini seperti area super hologram dan permainan interaktif di dalam ruang imersif untuk menarik minat generasi muda. Fasilitas aksesibilitas seperti jalur ram khusus penyandang disabilitas kursi roda juga telah disediakan sejak awal tahun 2025.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan layanan masuk gratis bagi kategori tertentu seperti pelajar pemegang KJP, lanjut usia, dan penyandang disabilitas pada hari Selasa hingga Jumat. Kebijakan ini mendongkrak minat masyarakat guna mengenal lebih dekat kekayaan budaya bangsa di jantung kota Jakarta.