Castor dan Pollux atau yang juga dikenal sebagai Polydeuces merupakan pasangan saudara kembar setengah dewa dalam mitologi Yunani dan Romawi yang populer dengan sebutan Dioscuri.
Keduanya lahir dari rahim seorang ratu bernama Leda, namun memiliki ayah yang berbeda di mana Castor merupakan anak manusia dari Raja Sparta Tyndareus sementara Pollux adalah anak dewa Zeus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKisah kelahiran pasangan ini menjadi salah satu contoh heteropaternal superfecundation dalam cerita klasik yang kerap dikaitkan dengan legenda telur bersama saudari mereka, Helen of Troy.
Dalam catatan sejarah kuno, kisah hidup mereka diwarnai berbagai petualangan epik mulai dari pelayaran Argonauts hingga konflik keluarga yang berujung pada keabadian.
Perjalanan Menuju Keabadian dan Rasi Bintang Gemini
Konflik keluarga antara Castor dan Pollux dengan sepupu mereka, Idas serta Lynceus, bermula dari perselisihan pembagian jarahan ternak yang memicu pertumpahan darah di Sparta.
Dalam pertempuran tersebut, Castor gugur di tangan Idas, sementara Pollux berhasil membalas dendam dengan membunuh Lynceus sebelum akhirnya diselamatkan oleh sambaran petir Zeus.
Merasa terpukul atas kematian sang saudara kembar, Pollux meminta kepada Zeus agar membagi keabadian miliknya untuk diberikan kepada Castor agar mereka tidak pernah terpisahkan.
Atas permohonan tersebut, dewa mengubah keduanya menjadi dua bintang paling terang di langit malam yang kini dikenal sebagai rasi bintang Gemini atau si kembar.