Lukisan minyak menjadi salah satu teknik karya seni rupa paling populer di dunia karena fleksibilitas warna dan ketahanannya yang luar biasa pada media kanvas atau kayu.
Berdasarkan catatan sejarah, karya lukisan minyak tertua di dunia pertama kali dibuat oleh para seniman Buddhis di Bamiyan, Afghanistan, sekitar abad ke-7 masehi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMetode pembuatan cat ini melibatkan pencampuran pigmen warna dengan minyak pengering alami seperti minyak biji rami, kenari, atau biji poppy sebagai bahan pengikat utamanya.
Seiring berjalannya waktu, teknik pelukisan ini diadopsi oleh seniman Eropa pada abad pertengahan sebelum akhirnya berkembang pesat pada masa era Renaisans.
Perkembangan Teknik dan Bahan Lukisan Minyak Modern
Para pelukis zaman dahulu harus meracik bahan cat secara manual di studio mereka sendiri sebelum tabung logam cat minyak lipat ditemukan pada abad ke-19.
Penerapan teknik melukis menggunakan cat minyak menganut aturan dasar pelapisan khusus agar hasil karya akhir tidak mudah retak atau mengelupas seiring berjalannya waktu.
Seniman biasanya mengombinasikan pelarut seperti terpentin untuk mengatur kekentalan cat serta menciptakan efek transparansi atau lapisan glasir yang menawan.
Penemuan tabung cat logam portabel pada tahun 1841 merevolusi dunia seni rupa karena memungkinkan para pelukis berkarya secara langsung di luar ruangan dengan lebih mudah.