Literatur adalah kumpulan karya tulis yang mencakup berbagai bentuk seperti novel, puisi, drama, esai, hingga biografi dan surat. Dalam pengertian modern, literatur tidak hanya terbatas pada karya cetak, tetapi juga mencakup tulisan digital dan bahkan tradisi lisan yang telah ditranskripsi. Perkembangan teknologi percetakan dan era digital telah memperluas jangkauan serta bentuk literatur yang kita kenal saat ini.
Definisi literatur sendiri telah berubah sepanjang sejarah. Di Eropa Barat sebelum abad ke-18, istilah ini merujuk pada semua jenis buku dan tulisan. Kini literatur sering diartikan sebagai karya tulis berkualitas tinggi yang dianggap sebagai seni, seperti dalam tradisi belles-lettres. Pendekatan kontemporer justru kembali ke makna yang lebih inklusif dengan memasukkan genre populer dan minoritas dalam kajian budaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSecara etimologis, kata literatur berasal dari bahasa Latin literatura yang berarti pembelajaran atau tulisan yang dibentuk dari huruf-huruf. Meski demikian, istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada teks lisan atau lagu, seperti yang terjadi pada budaya Aborigin Australia. Tradisi lisan mereka yang telah bertahan puluhan ribu tahun menjadi bukti bahwa literatur tidak selalu berbentuk tulisan.
Literatur memiliki peran penting dalam merekam, melestarikan, dan menyebarkan pengetahuan serta hiburan. Fungsi sosial, psikologis, spiritual, dan politik melekat dalam berbagai karya literatur. Sebuah studi tentang gunung berapi di Australia menunjukkan bahwa cerita lisan suku Gunditjmara tentang letusan purba merupakan salah satu tradisi lisan tertua di dunia.
Perkembangan Literatur dari Tradisi Lisan hingga Digital
Kritik sastra sebagai disiplin akademis tertua berfokus pada nilai artistik dan signifikansi intelektual suatu teks. Sementara itu, kajian buku sebagai artefak atau tradisi menjadi ranah kritik tekstual dan sejarah buku. Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam memahami literatur sebagai fenomena budaya.
Sejarah literatur dimulai sejak peradaban kuno, dengan karya sastra Mesir kuno dan Sumeria dianggap sebagai yang tertua di dunia. Pada masa itu, tulisan berkembang karena kebutuhan mencatat transaksi perdagangan dan peristiwa sejarah. Karya-karya awal ini mencakup teks didaktik, himne, doa, dan cerita yang ditulis hampir seluruhnya dalam bentuk puisi.
Tradisi lisan memainkan peran sentral dalam perkembangan literatur di berbagai budaya. Puisi Homer di Yunani kuno dikomposisi, dipentaskan, dan ditransmisikan secara lisan selama berabad-abad. Di India kuno, kitab suci Veda dilestarikan dengan teknik mnemonik yang rumit, meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa teks-teks tersebut mungkin juga melibatkan tradisi tulis.
Suku-suku asli Amerika Utara mengembangkan tradisi bercerita lisan yang kaya tanpa menggunakan sistem tulisan sebelum kedatangan orang Eropa. Cerita-cerita ini berfungsi sebagai pelajaran praktis tentang moral, psikologi, dan isu lingkungan. Orang Inuit misalnya menggunakan cerita tentang monster laut untuk mencegah anak-anak mendekati tepi air tanpa harus memarahi mereka secara langsung.