Profil Pribumi Nusantara atau Bumiputra Indonesia mengacu pada kelompok penduduk asli berasal dari wilayah kepulauan Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah, sebutan tersebut pertama kali muncul pada era kolonial Hindia Belanda melalui adopsi kata Inlander untuk mengelompokkan penduduk pribumi.
Pemerintahan kolonial kala itu menerapkan sistem segregasi rasial tiga tingkat guna melanggengkan kekuasaan. Golongan pertama ditempati bangsa Eropa, golongan kedua diisi timur asing seperti Tionghoa dan Arab, sementara golongan ketiga menempatkan Inlander yang kerap mengalami pembatasan sosial ketat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis tim redaksi, penggunaan label hierarki rasial tersebut dirancang secara sistematis untuk memecah belah interaksi sosial masyarakat Nusantara. Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, istilah itu bertransformasi menjadi identitas kebangsaan yang merangkum keragaman etnis.
Populasi Pribumi Nusantara saat ini mencakup sekitar 95 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Persebaran demografi tersebut terbagi ke dalam lebih dari 300 suku bangsa dengan suku Jawa, Sunda, Melayu, dan Madura sebagai kelompok terbesar.
Keberagaman kelompok etnis di Indonesia juga melahirkan warisan kebudayaan dan seni pertunjukan tradisional yang sangat kaya. Mulai dari alunan gamelan, pertunjukan wayang, hingga ribuan tarian daerah menjadi bukti nyata dinamika peradaban masyarakat Nusantara sejak masa lampau.