Aksi komplotan penipu bermodus aparat militer akhirnya kandas di tangan hukum. Jajaran Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat berhasil membongkar sindikat penipuan jual beli mobil murah yang beroperasi lintas pulau, dengan markas yang berlokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Berdasarkan laporan media, sindikat ini menggunakan cara yang cukup licik untuk mengelabui calon pembeli di media sosial. Mereka tidak segan-segan menggunakan atribut TNI lengkap serta senjata api mainan saat melakukan panggilan video dengan calon korban agar terlihat meyakinkan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa para pelaku sering memposting penawaran kendaraan dengan harga jauh di bawah pasaran di Facebook. Untuk memuluskan aksi, pelaku berpura-pura menjadi anggota TNI dengan seragam dinas saat berkomunikasi dengan korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Hendra, pelaku juga mengirimkan video rekayasa yang menunjukkan proses pengemasan mobil seolah-olah siap dikirim melalui kargo resmi. "Pelaku ini mengaku sebagai anggota TNI dan menggunakan identitas tersebut untuk meyakinkan korban. Mereka juga menampilkan barang bukti yang seakan-akan merupakan senjata api, tetapi setelah kita cek itu murni mainan," ungkap Hendra dikutip dari laporan media.
Akibat aksi penipuan ini, para korban mengalami kerugian finansial yang cukup besar. Sebagaimana diwartakan, dua korban berinisial FFK dan NM masing-masing kehilangan puluhan juta rupiah setelah mentransfer uang ke rekening yang sama milik pelaku.
Dalam operasi penindakan di Sidrap, Polda Jabar mengamankan sekitar 20 orang. Setelah proses penyidikan, 12 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Para pelaku, yakni UR, BS, NYL, NR, FN, DN, HB, NK, ARB, MD, MA, dan MDH, kini harus menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun serta denda mencapai Rp 12 miliar sesuai dengan UU ITE dan KUHP.