Kodam I Bukit Barisan memberikan penjelasan resmi terkait insiden keracunan massal yang menimpa sebanyak 353 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut diduga kuat berasal dari makanan yang disediakan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di area Kodim 0205 Tanah Karo.
"Yang kelola adalah SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya Kodim 0205/TK," ujar Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Infanteri Sandy saat dikonfirmasi, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sandy menjelaskan bahwa penanganan kasus keracunan ini telah langsung dikoordinasikan oleh pihak Kodim 0205 Karo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo. Tim gabungan beserta dinas kesehatan setempat juga telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti insiden.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRatusan Siswa Dari Lima Sekolah Jadi Korban Keracunan
Pihak Kodam I Bukit Barisan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur penyedia makanan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Sudah ditangani oleh pihak Kodim bekerjasama dengan dinas kesehatan Pemkab Karo, dan sampel makanannya pun sedang diteliti di laboratorium daerah Pemprov Sumut," ungkap Sandy.
"Evaluasi menyeluruh tentunya dilakukan guna menghindari kejadian serupa tidak terulang kembali," sambungnya.
Insiden keracunan massal ini bermula ketika ratusan siswa dari lima sekolah berbeda di Kabupaten Karo menyantap Makanan Bergizi Gratis pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Lima institusi pendidikan yang terdampak insiden tersebut terdiri dari tiga sekolah menengah atas negeri serta dua sekolah menengah kejuruan dan swasta.
Total korban siswa yang diduga mengalami keracunan makanan dari program tersebut diperkirakan mencapai 353 orang dari berbagai sekolah.
Beberapa sekolah yang tercatat siswanya menjadi korban meliputi SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, serta SMA Swasta Bersama di wilayah setempat.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI terus memantau kondisi kesehatan para siswa yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat kejadian keracunan tersebut.