Profil Abdul Haris Nasution merekam perjalanan hidup seorang tokoh militer dan politikus penting Indonesia yang berperan besar dalam sejarah TNI Angkatan Darat serta pemerintahan.
Lahir di Desa Hutapungkut, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1918, ia menempuh pendidikan guru sebelum akhirnya memilih jalur militer melalui dinas kolonial dan PETA.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah proklamasi kemerdekaan, Nasution aktif memimpin pasukan dalam Revolusi Nasional Indonesia dan merumuskan teori perang teritorial yang menjadi dasar pertahanan negara.
Ia juga dikenal sebagai konseptor Dwifungsi ABRI serta pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.
Peran Strategis dan Akhir Hayat Sang Jenderal
Karier militer Nasution diuji melalui berbagai pergolakan politik negeri, termasuk saat menghadapi peristiwa pemberontakan serta tragedi G30S pada tahun 1965.
Rumahnya menjadi sasaran penyerangan kelompok bersenjata yang merenggut nyawa putrinya, sementara ia berhasil menyelamatkan diri dari ancaman maut.
Menjelang akhir hayatnya, ia menerima anugerah pangkat kehormatan sebagai Jenderal Besar TNI bersama tokoh-tokoh militer terkemuka lainnya.
Abdul Haris Nasution menghembuskan napas terakhir pada 6 September 2000 di Jakarta dan resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2002.