Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan mengabdikan sebagian besar hidupnya di dunia militer hingga politik Indonesia. Putra dari perwira TNI AD Musannif Ryacudu ini meniti karier cemerlang di institusi militer sebelum dipercaya mengemban jabatan strategis di pemerintahan.
Pendidikan militer ditempuhnya melalui Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, dilanjutkan Sekolah Khusus Calon Perwira pada 1985 serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1991. Bekal pendidikan tersebut membentuk kepemimpinannya yang tegas di berbagai satuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamanya mulai mencuat saat memegang komando teritorial sebagai Pangdam V Brawijaya dan kemudian Pangdam Jayakarta. Ketegasannya dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota mengantarkannya menduduki posisi Panglima Kostrad hingga akhirnya ditunjuk sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Setelah purna tugas dari militer, Ryamizard aktif di panggung politik nasional dan mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja periode 2014 hingga 2019.
Rekam Jejak Politik dan Kiprah Ryamizard Ryacudu
Tokoh militer senior ini berpulang pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta Pusat pada 31 Mei 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam serta kenangan atas jasa besar bagi pertahanan negara.
Kiprah politik Ryamizard Ryacudu ditandai dengan kedekatannya dengan sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. Namanya sempat beberapa kali masuk bursa pencalonan pimpinan tinggi militer maupun kandidat wakil presiden.
Pada pemilihan presiden tahun 2014, ia secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla serta ikut menggalang kekuatan relawan. Kontribusi aktif tersebut membawanya masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan sebagai pembantu presiden di sektor pertahanan.
Selama memimpin Kementerian Pertahanan, Ryamizard fokus memperkuat alutsista serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Kebijakannya kerap mencerminkan ketegasan sikap khas seorang perwira tinggi TNI.