Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan tegas kepada 1.177 perwira remaja TNI Polri yang baru saja dilantik di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Kepala Negara meminta para perwira muda ini untuk menguasai teknologi modern seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), siber, hingga bahasa asing demi menghadapi dinamika ancaman zaman yang terus berubah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam amanatnya pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini tidak lagi sebatas pertempuran fisik atau senjata konvensional. Tantangan global menuntut para prajurit untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi mutakhir.
"Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing," ujar Prabowo saat memberikan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo merinci berbagai ancaman non-fisik yang kian mengintai Indonesia, mulai dari perang siber, perang informasi, maraknya penyelundupan, peredaran narkotika, kejahatan lintas negara, hingga infiltrasi budaya yang berpotensi melemahkan persatuan bangsa. Ia menekankan pentingnya respons cepat dan kemandirian bangsa di tengah kompetisi global yang semakin sengit.
"Karena itu, Indonesia harus kuat. Kita harus mandiri. Mandiri dalam pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan ilmu pengetahuan," tegas Mantan Menteri Pertahanan tersebut.
Tak hanya soal penguasaan teknologi, Prabowo juga memberikan pengingat moral agar seluruh perwira anyar tetap setia kepada rakyat dan konstitusi. Ia meminta agar integritas dan sumpah prajurit senantiasa dipegang teguh selama bertugas di lapangan.
"Pegang teguh sumpah yang telah Saudara ucapkan, setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Presiden menekankan bahwa perwira TNI dan Polri dibentuk untuk menjadi pengayom masyarakat dan tidak boleh sekali-kali menyalahgunakan kewenangan atau jabatan. Menurutnya, esensi dari pengabdian seorang perwira adalah hadir memberikan solusi saat masyarakat menghadapi kesusahan.
"Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan Saudara," tambah Prabowo.
Sebagai informasi, pelantikan 1.177 perwira remaja TNI Polri tahun 2026 ini terdiri dari 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
Dalam kesempatan bersejarah tersebut, Presiden Prabowo juga menyematkan pangkat serta penghargaan Adhi Makayasa kepada empat lulusan terbaik dari masing-masing akademi. Penerima penghargaan tersebut yakni Calvin Tidar Sakti (Akmil), M Rizqi Wira Utama (AAL), Yehezkiel Bonaventura (AAU), dan Harindra Arsandho (Akpol).