Alfabet Hungaria Kuno menjadi salah satu sistem penulisan bersejarah yang pernah dipakai oleh masyarakat Magyar sebelum akhirnya beralih sepenuhnya menggunakan huruf Latin.
Berdasarkan catatan sejarah, bangsa Hungaria menetap di wilayah Cekungan Carpathia pada tahun 895 dan menggunakan aksara tersebut untuk berkomunikasi sehari-hari. Seiring dengan berdirinya Kerajaan Kristen Hungaria, penggunaan alfabet ini perlahan mulai ditinggalkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun demikian, tradisi penulisan ini tetap bertahan di kalangan kelompok tertentu seperti para gembala di Transilvania yang menggunakan tongkat khusus untuk menghitung ternak.
Memasuki tahun 1915, berbagai upaya pelestarian mulai digalakkan kembali untuk menghidupkan minat masyarakat terhadap warisan leluhur tersebut.
Bahkan sejak awal tahun 2010, aksara unik ini mulai diaplikasikan pada papan nama batas wilayah di sejumlah kota serta diajarkan sebagai materi tambahan di sekolah menengah.
Dari segi struktur, sistem penulisan ini terdiri dari 42 karakter dan ditulis dari arah kanan ke kiri tanpa membedakan bentuk huruf kapital maupun huruf kecil secara variatif.