Profil Djoko Santoso mencatat perjalanan hidup seorang Jenderal TNI Purnawirawan yang pernah memegang kendali tertinggi di institusi militer Indonesia sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia periode 2007 hingga 2010. Lahir di Surakarta, almarhum memulai pengabdian panjang di dunia militer sejak lulus dari Akabri pada tahun 1975.
Berdasarkan catatan sejarah militer, karier Djoko Santoso mulai melesat ketika mengemban tugas sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura sekaligus Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan pada tahun 2002 hingga 2003. Berkat kepemimpinan tegas serta pendekatan humanis, ia berhasil meredam konflik berdarah di Maluku dan membawa stabilitas keamanan kembali pulih di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam catatan kariernya, kesuksesan di Maluku mengantarkan Djoko Santoso menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Panglima Kodam Jaya, Wakil Kepala Staf TNI-AD, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, hingga puncaknya menjadi Panglima TNI. Dari analisis awak media, rekam jejak gemilang di medan penugasan menjadi fondasi kuat bagi kepemimpinannya di tubuh militer.
Selain cemerlang di bidang militer, kiprah Djoko Santoso merambah dunia politik nasional setelah menanggalkan seragam dinasnya. Ia tercatat bergabung bersama Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina serta memimpin Tim Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pemilihan presiden.
Mengutip laporan resmi, Jenderal TNI Purnawirawan Djoko Santoso tutup usia pada tanggal 10 Mei 2020 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, akibat sakit pada usia 67 tahun. Jenazah almarhum dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, meninggalkan warisan pengabdian besar bagi bangsa dan negara.