Kota Yogyakarta merupakan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, yang konsisten mempertahankan konsep tradisional serta budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan data semester kedua tahun 2025, jumlah penduduk kota ini tercatat sebanyak 415.779 jiwa yang tersebar di berbagai kawasan historis seperti Kotagede.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNama Yogyakarta sendiri berasal dari gabungan kata Ayogya atau Ayodhya yang berarti kedamaian dan Karta yang berarti baik, mencerminkan akar sejarah yang kuat dari masa lampau.
Hingga kini, kota ini menjadi tempat tinggal dua penerus Kesultanan Mataram, yakni Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam, yang bersemayam di Keraton Ngayogyakarta dan Pura Pakualaman.
Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta dan Perjanjian Giyanti
Berdirinya Kota Yogyakarta tidak lepas dari Perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755 yang membagi wilayah Kesultanan Mataram menjadi dua bagian.
Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwana I memilih wilayah Hutan Beringin untuk mendirikan pusat pemerintahan baru bernama Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pembangunan keraton selesai pada tanggal 7 Oktober 1756, yang kemudian ditetapkan sebagai hari resmi peringatan ulang tahun Kota Yogyakarta hingga saat ini.
Peristiwa bersejarah tersebut diabadikan melalui surya sengkala Dwi Naga Rasa Tunggal untuk melambangkan persatuan, kewibawaan, serta harapan kemakmuran.