Istana Ubud secara resmi dikenal sebagai Puri Saren Agung adalah kompleks bangunan bersejarah yang terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia. Istana megah tersebut berfungsi sebagai tempat tinggal resmi bagi keluarga bangsawan Ubud turun-temurun.
Jejak sejarah kawasan ini berakar dari ekspedisi spiritual Rsi Markaneya pada abad ke-8 yang membangun sistem irigasi serta dasar-dasar Agama Tirta di Bali. Wilayah Campuhan di dekat istana dihormati karena kekuatan spiritual tinggi serta asal-usul penamaan Ubud dari kata ubad.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerkembangan wilayah berlanjut ketika kerajaan Sukawati mengirim pengikut untuk mengamankan Ubud pada akhir tahun 1700-an dan mendirikan pusat kekuatan baru. Persaingan feodal antar klan akhirnya mereda dan membawa kemakmuran ekonomi serta perkembangan persediaan beras yang pesat di kawasan tersebut.
Memasuki abad ke-20, di bawah kepemimpinan Tjokorde Gede Raka Sukawati, Ubud mulai dikenal luas hingga bertransformasi menjadi sub-kabupaten. Wilayah administratif ini kini mencakup berbagai kawasan penting termasuk Tegallalang, Peliatan, Mas, dan Kedewatan.
Pusat Seniman Dunia dan Kebangkitan Pariwisata Ubud
Kawasan Ubud mulai menarik perhatian gelombang pengunjung internasional pada tahun 1930-an berkat inisiatif Tjokorde Gede Agung Sukawati. Tokoh lokal tersebut menyambut seniman asing ternama seperti Walter Spies untuk tinggal dan berkarya di Bali.
Kehadiran para pelukis dunia seperti Rudolf Bonnet dan Willem Hofker memicu tren kedatangan tokoh-tokoh terkenal internasional ke desa seni ini. Tokoh penting mulai dari Charlie Chaplin hingga antropolog Margaret Mead turut terpesona dengan keindahan alam serta budaya setempat.
Kolaborasi seniman lokal dan mancanegara melahirkan perkumpulan Pita Maha pada tahun 1936 untuk mengajar seni lukis, tari, dan musik kepada generasi muda. Inisiatif kolektif tersebut berhasil mengukuhkan reputasi Ubud sebagai denyut nadi utama kebudayaan Bali.
Setelah sempat menghadapi masa sulit akibat Perang Dunia II dan gejolak politik, pariwisata Ubud bangkit kembali pada era 1970-an. Hingga kini, destinasi ikonik tersebut konsisten merawat tradisi spiritual dan seni budaya di tengah dinamika zaman modern.