Gelaran akbar Piala Dunia 2026 kini hanya tinggal hitungan jam. Di saat tim-tim kontestan tengah melakukan persiapan akhir di Amerika Utara, panggung besar telah tersedia bagi sederet talenta muda berbakat untuk mengukir sejarah dan menjadi pahlawan nasional bagi negara mereka masing-masing.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan NXGN, Lamine Yamal menjadi remaja yang paling disorot musim panas ini. Winger andalan Barcelona dan Tim Nasional Spain ini memiliki peluang besar untuk menjadi pemain terbaik turnamen. Kendati sempat dibekap cedera hamstring pada April lalu yang berpotensi membuatnya absen di laga pembuka, kehadiran Yamal di fase gugur diyakini akan menjadi kunci krusial bagi ambisi juara tim asuhan Luis de la Fuente.
Spain tidak hanya mengandalkan Yamal, sebab lini pertahanan mereka juga akan dikawal oleh bek muda Pau Cubarsi. Remaja berusia 19 tahun ini telah menjadi pilar penting di bawah asuhan Hansi Flick di Barcelona selama dua tahun terakhir. Ketenangan dan akurasi umpan Cubarsi membuatnya masuk dalam rencana utama La Roja di turnamen besar pertamanya ini.
Menurut pantauan redaksi, bakat muda dari zona CONMEBOL juga siap unjuk gigi melalui gelandang Ecuador, Kendry Paez. Pemain milik Chelsea yang sedang dipinjamkan ke River Plate ini memegang rekor sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan. Paez diprediksi akan menjadi senjata rahasia bagi Ecuador yang berstatus sebagai tim kuda hitam.
Fenomena perpindahan federasi juga mewarnai Piala Dunia kali ini. Ibrahim Mbaye yang sempat membela tim muda France memilih memperkuat Senegal dan langsung menjadi pencetak gol termuda bagi negaranya. Langkah serupa diambil oleh Ayyoub Bouaddi, gelandang Lille berusia 18 tahun yang kini menjadi rebutan PSG dan Arsenal, yang memilih berseragam Morocco demi mengulangi keajaiban semifinal tahun 2022.
Dari pantauan tim redaksi, tekanan besar dipastikan akan tertuju pada pundak Gilberto Mora selaku penggawa tuan rumah Mexico. Pemain berusia 17 tahun milik Club Tijuana yang dijuluki "The Mexican Pedri" ini merupakan pemain termuda di turnamen. Mora sempat memecahkan rekor Yamal sebagai pemain termuda yang memenangkan turnamen mayor saat membawa El Tri menjuarai Gold Cup 2025.
Eropa Timur juga mengirimkan talenta terbaiknya lewat bek Croatia, Luka Vuskovic, yang tampil memukau selama masa pinjaman di Hamburg hingga masuk dalam Bundesliga Team of the Season. Sementara itu, Bosnia & Herzegovina akan mengandalkan winger lincah Kerim Alajbegovic yang baru saja dibeli kembali oleh Bayer Leverkusen berkat performa impresifnya bersama Red Bull Salzburg.
Di kubu Scotland, cedera yang dialami Billy Gilmour berkah bagi Tyler Fletcher. Anak dari legenda Manchester United, Darren Fletcher, ini siap membuktikan kapasitasnya di lini tengah. Dari zona Oseania, Australia akan mengandalkan ketangguhan bek Colorado Rapids, Lucas Herrington, yang penampilannya di MLS telah menarik minat banyak pemandu bakat dari klub-klub Premier League.
Sebagai kejutan terakhir, Egypt memanggil striker muda Hamza Abdelkarim yang belum pernah memiliki cap internasional. Pemain Al-Ahly yang sedang dipinjam oleh Barcelona U19 ini secara mengejutkan langsung diberikan nomor punggung 9. Langkah ini mengindikasikan bahwa sang penyerang belia akan mendapatkan menit bermain penting sepanjang turnamen di Amerika Utara tersebut.