Anan Khalaili gagal merapat ke Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini setelah terkendala aturan kesehatan ketat yang diberlakukan oleh Komite Olimpiade Italia atau CONI. Winger Timnas Israel tersebut sebenarnya sempat menjalani tes medis di Italia sebelum kepindahannya mendadak batal karena masalah pada bagian jantung.
Agen sang pemain, Boaz Goren, menjelaskan bahwa kliennya tidak mampu mendapatkan sertifikat kesehatan wajib yang dikeluarkan oleh CONI bagi setiap atlet profesional di Italia. "Kami berada di kamar hotel yang bersebelahan ketika masalah itu muncul dan saya bilang padanya bahwa situasi ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi," ujar Goren dalam wawancara radio Israel, Senin (17/8).
Goren menambahkan bahwa Inter Milan sebenarnya selalu menjadi pilihan utama sang pemain karena kesesuaian skema taktik 3-5-2 yang diterapkan klub Liga Italia tersebut. Di sisi lain, Crystal Palace menempati posisi kedua sebagai opsi klub peminat sebelum akhirnya resmi merekrut pemain berusia 21 tahun itu secara permanen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAturan medis terkait masalah jantung di Liga Italia dikenal jauh lebih ketat dibandingkan liga top Eropa lainnya seperti di Inggris. Contoh serupa pernah dialami oleh beberapa pemain profesional yang tidak mendapat izin bermain di Italia namun tetap bisa merumput di kompetisi Liga Inggris tanpa kendala berarti.
Pemeriksaan Medis Singkat di Inggris dan Respons Positif Pemain
Setelah gagal berlabuh di Italia, Anan Khalaili langsung mengalihkan fokus dan menerima pinangan dari klub Liga Inggris Crystal Palace. Kepindahan ini berjalan mulus tanpa ada hambatan berarti dari tim medis klub Premier League tersebut.
"Empat menit kemudian dia sudah kembali ke kamar saya dan kami mulai tertawa," kenang Goren menceritakan momen ketika kesepakatan dengan Inter Milan dinyatakan batal.
"Mari kita tertawa soal ini dan melanjutkan hidup, saya sudah sering mengalami situasi ekstrem seperti ini sebelumnya," tambahnya menirukan percakapan mereka saat itu.
Goren memastikan bahwa tim dokter di Inggris hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua menit untuk memberikan lampu hijau kepada kliennya setelah memeriksa hasil tes medis. Berkat regulasi yang lebih fleksibel di Inggris, pemain anyar Crystal Palace tersebut kini dipastikan bisa melanjutkan karier profesionalnya dengan aman.