Ricardo Andrade Quaresma Bernardo merupakan mantan pesepak bola profesional asal Portugal yang lahir di Lisbon pada 26 September 1983. Semasa aktif bermain, ia dikenal sebagai winger kreatif yang memukau para pecinta sepak bola dunia berkat teknik trivela serta trik rabona yang menjadi ciri khasnya.
Perjalanan karier profesionalnya bermula di akademi Sporting CP sebelum dipromosikan ke tim utama pada musim 2001-2002. Bersama klub tersebut, ia langsung mempersembahkan gelar ganda domestik sebelum akhirnya melanjutkan petualangan ke raksasa Spanyol, Barcelona, pada 2003.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSepanjang kariernya yang panjang dan berwarna, Quaresma telah membela banyak klub elite lintas negara seperti Porto, Inter Milan, Chelsea, hingga klub Turki Beşiktaş. Di level internasional, ia mencatatkan 80 penampilan bersama timnas Portugal serta turut membawa negaranya menjuarai ajang Euro 2016.
Meski kerap diwarnai dinamika dan hubungan pasang surut dengan sejumlah pelatih seperti Jose Mourinho, kontribusinya di lapangan tetap dikenang. Kemampuannya mengubah jalannya pertandingan lewat tendangan luar kaki kanan yang melengkung sempurna membuatnya disegani lawan maupun kawan.
Kisah Kejayaan Trivela dan Kiprah Internasional Quaresma
Nama Quaresma semakin melambung ketika ia memperkuat Porto dalam dua periode berbeda dan mencetak gol-gol krusial di kacamata kompetisi Eropa. Salah satu momen paling ikonik terjadi di Liga Champions 2015 ketika ia memborong dua gol kemenangan Porto atas Bayern Munich di babak perempat final.
Gaya bermainnya yang atraktif juga menghiasi kiprahnya di Liga Turki bersama Beşiktaş, tempat ia merengkuh beberapa trofi domestik bergengsi. Aksi individunya, termasuk gol trivela ikonik ke gawang Fenerbahce pada 2018, menegaskan statusnya sebagai salah satu penghibur sejati di lapangan hijau.
Di panggung internasional, debutnya bersama tim senior Portugal terjadi pada Juni 2003 dalam laga persahabatan melawan Bolivia. Walau sempat melewatkan beberapa turnamen besar akibat cedera atau keputusan taktis, ia sukses mencetak gol penting di Euro 2008 saat menghadapi Republik Ceko.
Puncak pencapaian tertingginya bersama Selecao das Quinas tentu saja ketika mengangkat trofi juara Euro 2016 di Prancis. Setelah melanglang buana hingga memperkuat klub seperti Kasimpasa dan Vitoria de Guimarães, warisan Quaresma sebagai maestro trivela tetap abadi dalam sejarah sepak bola.