Menjelang fase krusial turnamen sepak bola terakbar, FIFPRO mengeluarkan pernyataan tegas untuk mendesak perlindungan bagi para pemain dari ancaman gelombang pelecehan yang kian mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan dari FIFPRO, bentuk pelecehan tersebut meliputi komentar diskriminatif di media sosial, rasisme, hingga intimidasi langsung setelah pertandingan usai.
"Mewakili negara di kompetisi terbesar adalah salah satu kehormatan terbesar dalam sepak bola, yang membawa kebanggaan sekaligus tanggung jawab," demikian pernyataan resmi FIFPRO dalam laporan yang dikutip dari media.
Dalam pernyataan tersebut, FIFPRO menekankan bahwa para pemain telah mengerahkan seluruh kemampuan fisik, emosional, dan profesional mereka setelah menjalani musim yang panjang. Namun, mereka menegaskan bahwa pelecehan sama sekali bukan bagian dari risiko atau komitmen yang harus ditanggung oleh seorang atlet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, insiden pelecehan dan intimidasi yang diterima para pemain dalam beberapa pekan terakhir bukanlah kejadian terisolasi, melainkan sebuah pola sistemik. FIFPRO mengingatkan bahwa ekspektasi besar dari publik tidak boleh mengorbankan keselamatan, martabat, dan kesejahteraan mental para pemain.
Melalui nota kesepahaman dengan FIFA, FIFPRO akan membawa isu krusial ini ke dalam platform dialog sosial global yang baru dibentuk. Mereka menuntut adanya konsekuensi nyata bagi pelaku serta komitmen bersama dari penegak hukum, platform media sosial, dan publik untuk menghentikan tren negatif tersebut.