Laga sengit babak 16 besar Copa Libertadores antara Corinthians dan Rosario Central di Neo Quimica Arena, Brasil, menyisakan cerita kelam. Kemenangan tipis tuan rumah 1-0 atas tim tamu berujung pada kericuhan antarsuporter yang kemudian memicu tindakan represif dari pihak Kepolisian Militer San Pablo terhadap pendukung Rosario Central.
Mengutip laporan media Argentina, Clarin, insiden bermula tepat setelah peluit akhir dibunyikan. Ketegangan meningkat ketika sekelompok suporter Corinthians melewati area tribun tamu, di mana suporter Rosario Central masih menunggu instruksi untuk meninggalkan stadion. Aksi saling provokasi antar kedua kubu pun tak terelakkan.
Suasana semakin panas saat barikade pembatas mulai dilemparkan ke tengah lapangan. Pihak Kepolisian Militer San Pablo segera melakukan intervensi. Namun, aksi petugas di lapangan justru memicu bentrokan fisik yang melibatkan suporter Rosario Central.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan dari ge.globo.com, dampak dari insiden tersebut cukup serius. Sebanyak sembilan orang terpaksa diamankan pihak berwenang, yang terdiri dari empat suporter Corinthians dan lima suporter Rosario Central. Mereka sempat dibawa ke Juizado Especial Criminal (Jecrim) yang berada di dalam area stadion sebelum akhirnya diproses lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kemenangan Corinthians sendiri ditentukan lewat gol tunggal Breno Bidon pada menit ke-79. Hasil ini memastikan skuad asuhan Fernando Diniz melaju ke babak perempat final Copa Libertadores dengan agregat 1-0, menyusul hasil imbang tanpa gol pada leg pertama di Rosario. Corinthians dijadwalkan akan menantang Estudiantes de La Plata di babak selanjutnya.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara kedua klub. Sebelumnya, hubungan kedua tim sudah memanas akibat adanya laporan dugaan rasialisme pada pertandingan leg pertama di Gigante de Arroyito, di mana penjaga gawang Corinthians, Hugo Souza, mengaku menjadi sasaran hinaan rasis dari oknum pendukung tuan rumah.