FIFA membantah tegas laporan media menyebutkan Presiden FIFA Gianni Infantino menawarkan hak penyelenggaraan pertandingan final Piala Dunia 2030 kepada Maroko.
Isu tersebut mencuat sebagai bagian dari dugaan strategi politik untuk mengamankan dukungan suara dari negara-negara Afrika menjelang pemilihan kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBantahan resmi itu disampaikan pihak FIFA kepada media asal Spanyol AS merespons laporan investigasi diterbitkan surat kabar The Times.
Dalam laporan tersebut Infantino dituding berupaya keras mempertahankan dukungan politik krusial untuk memenangkan pemilihan ulang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 mendatang.
Aliansi Strategis dan Dokumen Evaluasi Tuan Rumah
The Times melansir salah satu taktik terkuat diduga ditempuh Infantino adalah membangun aliansi strategis dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika CAF.
Sebagai imbalan atas jaminan dukungan dari 54 federasi anggota CAF pertandingan puncak final Piala Dunia 2030 disebut-sebut bakal digeser ke Kota Casablanca Maroko alih-alih dimainkan di Madrid atau Barcelona.
Padahal ketiga kota metropolitan tersebut tercatat resmi sebagai kandidat tuan rumah laga final dalam dokumen evaluasi pencalonan dirilis oleh FIFA.
Di tengah memanasnya rumor tersebut Gianni Infantino dilaporkan menggelar pertemuan penting dengan lingkaran terdekatnya di Rabat Maroko pada Rabu 5 Agustus 2026.