Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan besar setelah UEFA bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) untuk mengeluarkan pernyataan bersama.
Berdasarkan laporan Mirror, ketiga konfederasi besar tersebut secara kompak melayangkan penolakan keras terhadap proyek kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE) yang dinilai tidak transparan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProyek tersebut mendapat penolakan karena berencana menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang dinilai mengancam independensi turnamen.
Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan mempertahankan rencana boikot terhadap sejumlah kompetisi resmi FIFA.
Meskipun Gianni Infantino membatalkan serta meminta maaf terkait rencana kontroversial menjual Piala Dunia kepada investor swasta, sorotan terhadap kepemimpinannya justru semakin tajam.
Dalam pernyataan bersama, ketiga konfederasi menegaskan bahwa sepak bola bukan milik satu individu atau institusi semata.
"Kepada Keluarga Sepak Bola yang Terhormat, Sepak bola adalah gairah bersama terbesar di dunia. Sepak bola bukan milik individu atau institusi mana pun," bunyi pernyataan bersama dikutip dari Mirror.
Mereka juga menilai berbagai perkembangan sepak bola dalam satu dekade terakhir merupakan hasil kerja kolektif FIFA, konfederasi, asosiasi anggota, dan ribuan orang.