Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyuarakan optimisme tinggi untuk merebut kembali masa kejayaan mereka di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Langkah strategis ini diawali dengan penguatan program pembinaan atlet yang dimulai sejak gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII 2026, yang difungsikan sebagai tahapan seleksi awal menuju pesta olahraga bergengsi tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan dari Ketua FPTI NTB, Nadirah Alhabsyi, ajang Porprov menjadi sarana krusial untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial. "Alhamdulillah kesiapan ini seleksi alam ya. Dalam arti, Porprov ini adalah untuk kita tujuannya PON nanti 2028, apalagi kita tuan rumah, kita berikan yang terbaik," ungkap Nadirah saat memberikan rilis resmi pada Senin, 20 Juli 2026.
Dari pantauan redaksi, target tinggi ini dipatok dengan merefleksikan capaian manis pada PON Papua terdahulu, di mana tim panjat tebing NTB sukses memboyong dua hingga tiga medali emas. Kendati sempat menghadapi dinamika performa pada edisi PON Aceh-Sumut, pihak pengurus yakin dapat bangkit kembali. "Waktu PON di Papua kita mendapatkan dua sampai tiga medali emas. Itu yang ingin kita rebut kembali pada PON 2028. Kami optimistis bisa meraih kembali dua sampai tiga medali emas," jelas Nadirah secara mantap.
Guna mengawal target tersebut, FPTI NTB telah merancang serangkaian program pembinaan secara berkelanjutan. Usai pelaksanaan Porprov, ajang pembinaan bakal dilanjutkan melalui Kejuaraan Antar Pelajar yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB. Tidak hanya itu, agenda dilanjutkan dengan rencana gelaran Gubernur Cup pada Desember mendatang dalam rangka HUT Provinsi NTB, serta Kejuaraan Provinsi pada tahun 2027.
Menurut pengamatan tim redaksi, konsistensi kompetisi berjenjang dari kelompok umur hingga kategori umum ini diharapkan mampu membentuk mental juara para pemanjat lokal. "Semua persiapan ini harus dilakukan secepatnya karena kita menyongsong PON 2028 sebagai tuan rumah. Pembinaan harus semakin dipertajam agar atlet-atlet kita siap bersaing dan mampu mengembalikan medali emas untuk NTB," pangkas Nadirah.