Hasil skor Leicester City vs Tranmere Rovers pada final Piala Liga 2000 menunjukkan kemenangan tipis 2-1 bagi The Foxes di Stadion Wembley pada 27 Februari 2000. Laga ini menjadi pertandingan final Piala Liga terakhir yang dimainkan di Stadion Wembley lama sebelum stadion tersebut direnovasi total.
Leicester membuka keunggulan lebih dulu melalui sundulan terarah Matt Elliott memanfaatkan umpan silang matang dari Steve Guppy. Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok setelah tekanan intens yang diberikan lini serang Leicester ke pertahanan Tranmere Rovers.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePetaka menimpa Tranmere ketika bek mereka, Clint Hill, diganjar kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan akibat pelanggaran keras terhadap Emile Heskey pada menit ke-63. Unggul jumlah pemain membuat Leicester semakin leluasa mengontrol jalannya sisa pertandingan babak kedua.
Meski tampil dengan sepuluh pemain, Tranmere secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan mendatar David Kelly pada menit ke-77. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Matt Elliott kembali mencetak gol kemenangan lewat sundulan kepala tiga menit berselang.
Jalannya Laga Dramatis di Wembley
Pertandingan final tersebut diwarnai insiden cedera yang dialami wasit utama Alan Wilkie pada menit ke-62 akibat masalah pada kaki kanan. Posisi pengadil lapangan terpaksa digantikan oleh wasit keempat Phil Richards yang bertugas melanjutkan jalannya sisa laga.
Tranmere sempat memberikan perlawanan sengit meski kehilangan satu pemain setelah kartu merah Clint Hill. Gol penyeimbang David Kelly sempat menghidupkan asa klub divisi pertama tersebut untuk membalikkan keadaan di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion.
Akan tetapi, kehebatan Matt Elliott di udara menjadi pembeda mutlak dalam partai puncak ini. Dua gol sundulannya memastikan Leicester City mengukir sejarah sebagai tim terakhir mengangkat trofi Piala Liga di stadion bersejarah tersebut.
Berkat penampilan gemilangnya di lini pertahanan sekaligus menyumbang dua gol penentu kemenangan, Matt Elliott dinobatkan sebagai pemain terbaik atau man of the match. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Leicester pada era tersebut.