Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Inter Incar Luca Reggiani, Borussia...
OLAHRAGA

Inter Incar Luca Reggiani, Borussia Dortmund Ogah Lepas Bek Muda

By Dewi Lestari 2 min read 14 Agustus 2026
Pemain muda Luca Reggiani saat memperkuat Borussia Dortmund di lapangan

Pemain muda Luca Reggiani saat memperkuat Borussia Dortmund di lapangan

Inter Milan mengincar bek tengah Borussia Dortmund Luca Reggiani pada bursa transfer musim panas ini untuk memperkuat lini pertahanan skuad asuhan Simone Inzaghi.

Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah tersebut diambil manajemen Nerazzurri setelah resmi melepas bek muda jebolan akademi Matteo Motta ke klub Serie C Pescara dengan klausul penjualan kembali sebesar 50 persen.

Pemain berusia 21 tahun Matteo Motta belum pernah mencatatkan penampilan kompetitif bersama tim senior Inter Milan setelah sebelumnya menjalani masa peminjaman di Lumezzane.

Sementara itu, laporan media Jerman Bild menyebutkan bahwa Inter Milan telah mengajukan permintaan resmi kepada Borussia Dortmund untuk mendapatkan ketersediaan Luca Reggiani.

Bek tengah berusia 18 tahun tersebut merupakan produk akademi Sassuolo yang memutuskan pindah ke Borussia Dortmund pada Februari 2024 lalu.

Dari analisis Kabayan News, perkembangan pesat ditunjukkan oleh pemain muda berbakat itu hingga berhasil mencatatkan debut bersama tim nasional senior Italia pada usia 18 tahun pada Juni 2026.

Kendati demikian, peluang Inter Milan mendatangkan sang pemain terbilang kecil karena Borussia Dortmund bertekad mempertahankan aset berharganya setelah baru saja memperpanjang kontrak sang pemain.

Sebelum mengalihkan pandangan ke Luca Reggiani, Inter Milan sempat memburu bek Tottenham Hotspur Cristian Romero sebelum sang pemain memilih bergabung dengan Atletico Madrid.

Topics
inter milan luca reggiani borussia dortmund matteo motta pescara bursa transfer serie a sepak bola cristian romero
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.