Presiden LaLiga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino. Dalam wawancaranya bersama Gazzetta dello Sport usai kemenangan Spanyol di Piala Dunia, Tebas menilai badan tertinggi sepak bola dunia tersebut kerap mengambil keputusan sewenang-wenang demi kepentingan internal mereka sendiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"FIFA mengatur segalanya sesuai keinginan, tujuan, dan kepentingan mereka sendiri, bukan demi kebaikan sepak bola. Jika membutuhkan jeda 27 menit saat turun minum, mereka akan memaksakannya. Jeda pendinginan juga bohong, itu hanya jeda iklan," ujar Javier Tebas.
Tebas juga menyoroti insiden penghapusan kartu merah penyerang AS Monaco, Folarin Balogun, oleh FIFA yang diduga dipengaruhi intervensi politik luar. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa FIFA mengambil keputusan tanpa memedulikan pemangku kepentingan sepak bola lainnya.
Pria yang menjabat sebagai Presiden LaLiga sejak 2013 itu menolak keras wacana perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim. Ia menegaskan bahwa kompetisi domestiklah yang selama ini menjadi pilar utama penyokong keberlangsungan ekosistem sepak bola global.
Tebas yang masa jabatannya berakhir pada 2027 mendatang turut menilai era kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA seharusnya sudah berakhir. "Saya pikir waktunya sudah habis. Namun, dia mendapat dukungan dari sistem dan federasi. Ini adalah sistem yang busuk sampai ke akar-akarnya," tegas Tebas.