London City Lionesses kembali membuat gebrakan besar dalam bursa transfer musim panas ini. Penyerang internasional Prancis, Kadidiatou Diani, resmi menjadi rekrutan keenam klub setelah didatangkan dari juara Eropa delapan kali, Lyon. Langkah ambisius ini semakin menegaskan posisi klub sebagai penantang gelar serius dalam kompetisi Women's Super League (WSL).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang beredar, nilai transfer untuk memboyong pemain berusia 31 tahun itu diperkirakan melebihi £500.000 atau sekitar $670.000. Kepindahan ini terbilang mengejutkan mengingat Diani masih menyisakan satu tahun kontrak di Lyon, tempat ia berhasil memenangkan enam trofi dalam tiga musim terakhir sebelum akhirnya berpamitan melalui media sosial.
Dalam pernyataan resminya, Kadidiatou Diani mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek besar yang sedang dibangun oleh klub barunya tersebut. "Saya sangat senang bisa menandatangani kontrak di sini. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk menemukan negara baru, kota baru, tim baru, dan saya tidak sabar untuk memulai babak baru ini," ujar Diani mengenai keputusannya hengkang ke Inggris.
Diani juga memuji status London City Lionesses yang beroperasi sebagai klub independen tanpa harus bergantung pada tim pria. Menurut Diani, hal ini merupakan sesuatu yang langka di sepak bola wanita. "Kita tidak perlu bergantung pada klub pria untuk bersaing di level tertinggi, memenangkan gelar, dan meraih banyak kesuksesan. Saya percaya pada proyek ini," tambahnya penuh optimisme.
Dari pantauan redaksi, kehadiran Diani melengkapi deretan rekrutan bintang global yang didatangkan oleh pemilik klub, Michele Kang, setelah sebelumnya sukses mengamankan tanda tangan Alexia Putellas dan Mary Earps. Langkah masif ini menuntut kepala pelatih Eder Maestre untuk segera membangun kekompakan tim agar perombakan skuad yang besar tidak berdampak negatif pada performa di lapangan.
Kendati memiliki target besar untuk menembus kompetisi Eropa, ambisi London City Lionesses terganjal oleh regulasi ketat UEFA terkait kepemilikan multi-klub. Karena Michele Kang juga memiliki kendali penuh atas Lyon, aturan integritas olahraga UEFA menegaskan bahwa tidak ada dua klub di bawah kepemilikan yang sama yang diizinkan bertanding dalam satu kompetisi yang sama.
Menurut kepala sepak bola wanita UEFA, Nadine Kessler, otoritas sepak bola Eropa tidak akan memberikan pengecualian apa pun demi menjaga integritas olahraga. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, London City Lionesses dikabarkan tengah mengeksplorasi berbagai solusi potensial agar tetap bisa tampil di kancah Liga Champions Wanita andai mereka berhasil finis di posisi tiga besar WSL musim ini bersama dengan Lyon.