Eddie Hapgood dikenal sebagai salah satu bek paling tangguh yang pernah dimiliki Arsenal dan tim nasional Inggris selama era 1930-an. Lahir di Bristol pada 24 September 1908, Hapgood memulai karier sepak bolanya dengan latar belakang sederhana sebagai pengantar susu sebelum bakatnya tercium oleh klub-klub profesional.
Perjalanan kariernya di Arsenal bermula saat direkrut oleh pelatih legendaris Herbert Chapman pada tahun 1927. Awalnya, Hapgood dikenal sebagai pemain bertubuh kurus dan rapuh, namun di bawah bimbingan pelatih fisik Tom Whittaker, ia menjalani latihan beban ketat dan mengubah gaya hidupnya untuk membangun fisik kuat yang menjadi ciri khasnya di lapangan.
Konsistensi Hapgood di posisi bek kiri membuatnya menjadi pemain tak tergantikan bagi The Gunners sejak tahun 1929 hingga meletusnya Perang Dunia II. Ia mencatatkan diri sebagai kapten yang sukses memimpin Arsenal meraih lima gelar Liga Inggris dan dua gelar FA Cup selama masa baktinya yang gemilang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak hanya di level klub, Hapgood juga mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim nasional Inggris sebanyak 21 kali dari total 30 penampilan internasionalnya. Salah satu laga paling ikonik yang dipimpinnya adalah duel melawan Italia pada tahun 1934, yang dikenal dengan sebutan "Battle of Highbury" di mana ia tetap bermain meski mengalami cedera patah hidung.
Pahit Manis Pasca Pensiun Sang Legenda
Karier profesional Hapgood harus terhenti lebih awal akibat pecahnya Perang Dunia II saat usianya menginjak 30 tahun. Selama masa perang, ia sempat bertugas di Royal Air Force sambil tetap menjaga kebugaran dengan tampil sebagai pemain tamu untuk beberapa klub seperti Southampton dan West Ham United.
Setelah dunia sepak bola kembali normal, Hapgood mencoba peruntungan sebagai manajer dengan menangani sejumlah klub seperti Blackburn Rovers, Watford, dan Bath City. Namun, transisi ke dunia manajerial tidak semulus karier bermainnya, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia sepak bola sepenuhnya.
Kehidupan pasca sepak bola menjadi masa sulit bagi Hapgood, bahkan ia sempat mengalami kesulitan finansial yang cukup parah. Dikabarkan, ia pernah menulis surat kepada Arsenal untuk meminta bantuan dana, namun klub hanya mengirimkan bantuan sejumlah £30, sebuah akhir yang cukup ironis bagi mantan kapten besar.
Hapgood menghabiskan masa tuanya dengan mengelola fasilitas asrama hingga akhirnya tutup usia pada Good Friday tahun 1973 di Leamington Spa dalam usia 64 tahun. Meski akhir hidupnya penuh dengan tantangan, warisan dan kontribusinya bagi sejarah besar Arsenal tetap diakui sebagai bagian penting dari kejayaan klub.