Kota Tua Yerusalem yang menyimpan situs suci dari tiga agama kini menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya ketegangan dan pelecehan keagamaan yang dilakukan kelompok ekstremis Yahudi.
Berdasarkan data dari kelompok sipil Religious Freedom Data Center atau RFDC, puluhan kasus pelecehan mengincar umat Kristen tercatat terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
"Setelah seorang biarawati Prancis diserang pada April lalu, semua orang menjadi cemas, sehingga relawan mulai mendampingi kami," ujar seorang biarawati asal Afrika saat menceritakan situasi di kawasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan Kabayan News menunjukkan tindakan permusuhan ini tidak hanya menyasar kalangan rohaniwan Kristen, tetapi juga merembet ke situs suci umat Islam seperti Masjid Al-Aqsa.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan berulang kali memicu kontroversi melalui kunjungan provokatif ke kompleks masjid yang dikelola oleh Wakaf Islam tersebut.
Dari analisis Kabayan News, gelombang ekstremisme yang mendapat angin dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikhawatirkan merusak tatanan sosial dan memicu konflik berkepanjangan di kawasan sensitif itu.