Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic memutuskan untuk menerapkan watermarking pada teks hasil buatan model Claude demi mematuhi aturan ketat dari European Union AI Act. Langkah strategis ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pengguna, terutama setelah pembaruan halaman dukungan diluncurkan pekan ini.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kebijakan global tersebut terpaksa diterapkan serentak karena belum tersedianya mekanisme pembatasan wilayah yang tahan lama. Anthropic memastikan fitur penandaan otomatis ini akan menyasar model terbaru mereka terlebih dahulu sebelum merembet ke versi-versi lama dalam beberapa bulan ke depan.
Mengutip laporan resmi perusahaan, teknik watermarking ini mengadopsi riset Google DeepMind tahun 2024 lalu. Sistem bekerja dengan cara mengatur pola pemilihan kata secara spesifik tanpa merusak gaya bahasa alami sehingga pembaca awam tidak akan mampu membedakannya secara kasat mata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati menuai kekhawatiran sebagian pelanggan hingga ancaman pembatalan langganan, pihak manajemen menegaskan bahwa fitur tersebut tidak mengubah hak cipta atau kepemilikan teks pengguna. Anthropic juga berencana merilis application programming interface khusus untuk mempermudah verifikasi teks buatan Claude di masa mendatang.