Kisah sial Sunderland dimulai ketika mantan incaran transfer mereka, Darren Bent, tampil gemilang dan mencetak dua gol untuk membawa Charlton Athletic meraih kemenangan 2-1 di Stadium of Light pada 13 Agustus 2005. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, laga tersebut menjadi mimpi buruk bagi skuad asuhan Mick McCarthy yang baru saja promosi ke kasta tertinggi sepak bola Inggris dengan keterbatasan finansial.
Musim panas tersebut dipenuhi optimisme tinggi dari para pendukung yang percaya magis McCarthy dapat berlanjut meskipun manajemen klub gagal memberikan dukungan dana memadai di bursa transfer. Sebagaimana dilaporkan Roker Report, pelatih asal Republik Irlandia itu terpaksa mendatangkan pemain dengan biaya murah seperti Kelvin Davis, Tommy Miller, Andy Gray, Jon Stead, dan Nyron Nosworthy untuk memperkuat tim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePertandingan pembuka langsung mempertemukan Sunderland dengan Charlton Athletic yang tampil solid di bawah arahan Alan Curbishley. Mengutip laporan pertandingan, Darren Bent yang sempat menjadi buruan utama Sunderland justru memilih bertahan di selatan sebelum akhirnya menghancurkan harapan publik tuan rumah melalui gol cepat pada awal babak pertama.
Kelvin Davis gagal mengantisipasi pergerakan Bent yang lolos dari perangkap offside setelah memanfaatkan kesalahan Carl Robinson di lini tengah. Meskipun Andy Gray sempat menyamakan kedudukan menjelang turun minum dan Charlton bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah Danny Ambrose, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan dengan baik oleh kubu tuan rumah.
Petaka bagi Sunderland akhirnya benar-benar terjadi pada masa injury time ketika Darren Bent kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan tim tamu. Dari analisis Kabayan News, kekalahan memalukan tersebut membuka mata publik bahwa McCarthy membutuhkan keajaiban besar untuk bertahan di Premier League sekaligus menandai awal kemunduran era kepemimpinan Bob Murray.