UEFA Men's Player of the Year Award menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi bagi insan sepak bola yang berkiprah di Benua Biru. Penghargaan ini diberikan kepada pemain terbaik yang tampil gemilang bersama klub maupun tim nasional sepanjang musim kompetisi.
Didirikan pada 2011 oleh UEFA bekerja sama dengan European Sports Media (ESM), trofi ini bertujuan membangkitkan kembali semangat European Footballer of the Year atau Ballon d'Or yang sempat melebur menjadi FIFA Ballon d'Or pada 2010. Penghargaan ini pun menggantikan UEFA Club Footballer of the Year yang telah ada sebelumnya.
Sepanjang sejarah penyelenggaraannya, Cristiano Ronaldo tercatat sebagai pemain dengan koleksi trofi terbanyak. Megabintang asal Portugal ini sukses meraih tiga gelar dan menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mempertahankan gelar tersebut secara beruntun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemasuki tahun 2024, dinamika dunia sepak bola berubah setelah UEFA menjalin kemitraan strategis dengan Groupe Amaury untuk mengelola penghargaan Ballon d'Or. Dampak dari kolaborasi ini, penghargaan UEFA untuk kategori pemain dan pelatih terbaik secara resmi tidak lagi diteruskan.
Dominasi Pemain Bintang dan Akhir Penghargaan
Daftar pemenang penghargaan ini mencerminkan dominasi para talenta terbaik dunia di liga-liga Eropa. Nama-nama besar seperti Lionel Messi, Franck Ribéry, Luka Modrić, Virgil van Dijk, Robert Lewandowski, Jorginho, hingga Karim Benzema pernah mencatatkan diri sebagai penerima penghargaan prestisius tersebut.
Erling Haaland tercatat sebagai peraih terakhir penghargaan ini pada musim 2022/2023 berkat performa impresifnya bersama Manchester City. Torehan prestasi ini menutup lembaran sejarah panjang UEFA Men's Player of the Year yang telah dimulai sejak lebih dari satu dekade silam.
Proses pemilihan pemenang dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan panel juri terdiri dari jurnalis olahraga ternama di seluruh asosiasi nasional anggota UEFA. Seiring berjalannya waktu, UEFA juga menyertakan suara dari para pelatih klub-klub peserta kompetisi Eropa untuk memberikan penilaian lebih akurat.
Meski penghargaan ini telah berakhir, warisan prestasinya tetap diakui sebagai pengakuan tertinggi bagi performa individu pemain dalam lingkup kompetisi UEFA. Kini fokus pelaku sepak bola Eropa beralih sepenuhnya pada sinergi penghargaan yang kini terintegrasi dengan Ballon d'Or.