Mario Gila mengungkapkan bahwa Ruben Amorim dan mantan direktur olahraga Igli Tare menjadi figur krusial di balik kepindahannya dari Lazio ke AC Milan pada bursa transfer musim panas ini.
"Saya ingin Milan karena percakapan dengan Tare sangat positif, begitu pula pembicaraan dengan klub," ujar Gila mengutip wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport yang dipublikasikan pada Senin, 17 Agustus 2026.
Bek tengah berusia muda tersebut merasa kemenangan 4-2 atas Manchester United pada laga uji coba pramusim menjadi modal berharga sekaligus persiapan ideal jelang bergulirnya kompetisi Serie A akhir pekan ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski sempat diganggu cedera hamstring pada awal masa pramusim usai tampil menghadapi Celtic di Glasgow, Gila kini sudah merasa jauh lebih baik dan siap beradaptasi dengan taktik baru Rossoneri.
Taktik Garis Pertahanan Tinggi Ruben Amorim di AC Milan
"Saya merasa senang bisa pulih cepat dan siap memberikan kontribusi maksimal bagi tim dalam mengarungi ketatnya kompetisi musim ini," tambah mantan pemain Real Madrid tersebut.
Di bawah arahan pelatih anyar Ruben Amorim, AC Milan menerapkan strategi garis pertahanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya.
"Bermain dengan garis pertahanan tinggi tentu lebih berisiko dan membutuhkan konsentrasi penuh di setiap detail kecil," jelas Gila terkait skema taktik baru yang diterapkan oleh sang peramu taktik.
Pemain bernomor punggung andalan tersebut menilai pendekatan taktik proaktif dan menyerang ini sangat cocok dengan karakteristik bermainnya di lini belakang.
Kehadiran gelandang veteran Luka Modric di dalam skuad AC Milan juga menjadi reuni spesial bagi Gila yang sebelumnya pernah menimba ilmu bersama di Real Madrid.
"Berada di sini bersama Luka adalah anugerah, saya selalu mendengarkan saran dan masukan darinya untuk meningkatkan mentalitas bertanding," pungkas Gila.