Pelatih kepala Newcastle United Matthias Jaissle bersiap menghadapi debut Premier League di Stadion St James Park akhir pekan ini dengan tantangan baru terkait regulasi di pinggir lapangan. Sosok berusia 38 tahun tersebut dikenal luas sebagai pelatih yang sangat ekspresif dan sering meninggalkan area teknis demi mendampingi anak asuhnya bertanding.
Berdasarkan laporan media setempat, Jaissle bahkan sempat menanyakan batas maksimal kartu kuning yang bisa diterimanya sebelum mendapat larangan mendampingi tim akibat kebiasaannya keluar kotak teknik. "Saya tidak akan mengubah gaya karena itu kepribadian saya, di pinggir lapangan saya emosional, tapi saya harus lebih menghormati kotak itu," ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga berseloroh agar para pengadil lapangan bisa sedikit memberikan toleransi pada awal kepemimpinannya di Liga Inggris. "Saya sedikit takut dihukum, saya harap pada awal pertandingan para wasit bisa menutup mata sedikit di sana-sini," tambahnya mengenang kebiasaan lamanya saat melatih di Arab Saudi bersama Al Ahli.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, energi dan gairah tinggi yang ditunjukkan oleh Jaissle di pinggir lapangan diprediksi bakal segera mencuri hati para pendukung setia Newcastle United. Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa kedisiplinan mengontrol emosi di area teknis akan menjadi kunci penting bagi sang pelatih agar terhindar dari sanksi disiplin komite pertandingan.