Keputusan mengejutkan datang dari klub Ligue 1 Marseille yang resmi mencopot ban kapten dari gelandang berpengalaman Pierre-Emile Hojbjerg setelah sang pemain menolak pinangan transfer senilai 15 juta poundsterling dari klub Premier League Newcastle United. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, manajemen klub Prancis tersebut merasa geram karena menolak tawaran yang sebenarnya sangat diharapkan dapat membantu keuangan klub serta memangkas beban gaji pemain.
Sebagaimana dilaporkan oleh media Prancis RMC Sport, pemilik klub Frank McCourt beserta jajaran petinggi langsung memberikan sanksi tegas berupa pencabutan jabatan kapten dan menyerahkannya kepada Timothy Weah. Dari analisis Kabayan News, langkah drastis ini diambil manajemen agar kepentingan kolektif klub selalu diutamakan di atas kepentingan individu pemain.
Newcastle United sebelumnya membidik gelandang berusia 31 tahun tersebut untuk dijadikan sebagai pengganti sepadan bagi Bruno Guimaraes yang hengkang ke Arsenal dengan mahar fantastis. Kendati demikian, mantan bintang Tottenham Hotspur dan Southampton itu memilih bertahan di Prancis meski situasi internalnya kini tengah berada dalam ketidakpastian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun tampil penuh selama 90 menit dalam laga uji coba melawan Atletico Madrid tanpa mengenakan ban kapten, masa depan Hojbjerg di Stade Velodrome kini mulai disorot tajam berbagai pihak. Mengutip laporan dari Italia, raksasa Serie A AC Milan dikabarkan memantau situasi sang pemain sebagai alternatif potensial jika pergerakan bursa transfer mereka mengalami perubahan signifikan.
Di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan oleh presenter kenamaan talkSPORT Jeff Stelling yang menilai penolakan Hojbjerg bukanlah kerugian besar bagi skuad The Magpies. Berdasarkan catatan penampilannya pada musim-musim terakhir, performa sang gelandang dinilai sudah tidak lagi istimewa seperti saat dirinya masih berjaya di kancah sepak bola Inggris.