Profil Alessandro Del Piero merekam perjalanan salah satu pesepak bola paling ikonik dan dicintai dalam sejarah sepak bola Italia maupun dunia. Lahir pada 9 November 1974, pemain yang terkenal dengan tendangan bebas akurat ini menghabiskan 19 musim bersama klub raksasa Juventus.
Memulai karier profesionalnya di Padova, bakat luar biasa Del Piero segera tercium oleh manajemen Si Nyonya Tua yang membawanya ke Turin pada tahun 1993. Sejak saat itu, ia menjelma sebagai roh permainan tim dan memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak serta penampilan terbanyak sepanjang masa untuk Juventus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelama berseragam Bianconeri, Del Piero sukses mengoleksi 16 trofi bergengsi termasuk enam gelar Serie A serta trofi Liga Champions pada musim 1995 dan 1996. Kesetiaannya teruji ketika Juventus terdegradasi ke Serie B pada tahun 2006, di mana ia memilih bertahan dan memimpin tim kembali ke kasta tertinggi.
Di level internasional, penyerang berteknik tinggi ini menjadi bagian penting dari skuad Tim Nasional Italia dan turut mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2006. Kiprah gemilang serta sportivitasnya membuat nama Del Piero abadi sebagai salah satu legenda terbesar sepanjang masa.
Perjalanan Awal Karier Menuju Puncak Kejayaan
Sebelum menjadi bintang lapangan hijau, masa kecil Alessandro Del Piero di Veneto diisi dengan impian sederhana bermain bola di halaman rumah bersama teman-teman masa kecilnya. Ia sempat mencicipi posisi sebagai penjaga gawang saat bergabung dengan klub lokal San Vendemiano agar terhindar dari cedera.
Melihat bakat menyerang yang menonjol, sang kakak memberikan masukan agar posisinya digeser ke lini depan hingga akhirnya bakat tersebut terpantau oleh pemandu bakat Padova. Ia menimba ilmu di akademi Padova sebelum akhirnya melakoni debut profesional di Serie B pada usia yang masih sangat muda.
Kepindahannya ke Juventus pada tahun 1993 membuka jalan lebar bagi Del Piero untuk menunjukkan kapasitasnya di level tertinggi sepak bola Eropa. Di bawah asuhan pelatih Marcello Lippi, ia mendapatkan peran krusial dan dijuluki sebagai Pinturicchio karena keanggunan gaya bermainnya di lapangan.
Hingga memutuskan gantung sepatu setelah sempat berkarier di Australia dan India, Alessandro Del Piero meninggalkan warisan besar yang menginspirasi banyak generasi pesepak bola muda di seluruh penjuru dunia.