Andrea Belotti merupakan penyerang asal Italia yang memiliki perjalanan karier sepak bola cukup berwarna di tanah kelahirannya. Pemain yang lahir pada 20 Desember 1993 di Calcinate ini dikenal luas oleh para penggemar si kulit bundar dengan julukan "Il Gallo" atau sang ayam jantan.
Julukan unik tersebut rupanya tidak muncul begitu saja. Belotti menjelaskan bahwa panggilan itu berasal dari nama teman masa kecilnya yang sering menyarankannya untuk merayakan gol dengan gerakan tangan menyerupai jengger ayam di dahinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum menembus level tertinggi, Belotti mengasah bakatnya di akademi AlbinoLeffe. Ia kemudian sempat bersinar terang bersama Torino hingga menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub tersebut sebelum memutuskan untuk melanjutkan tantangan baru di klub lain.
Karier internasionalnya pun tak kalah mentereng. Belotti tercatat sebagai bagian dari skuad Italia yang sukses menjuarai UEFA Euro 2020, sebuah pencapaian yang memantapkan posisinya sebagai salah satu striker berpengalaman di Italia.
Jejak Karier Belotti di Berbagai Klub Italia
Setelah meninggalkan Torino, Belotti sempat menjajal peruntungan bersama AS Roma sebelum akhirnya dipinjamkan ke Fiorentina pada awal 2024. Pengalaman bermain di berbagai klub besar Serie A membentuk mentalitasnya sebagai ujung tombak yang tangguh.
Pada pertengahan 2024, Belotti resmi bergabung dengan klub promosi Serie A, Como. Kepindahan ini menjadi babak baru baginya untuk kembali menunjukkan ketajamannya di kasta tertinggi sepak bola Italia setelah musim-musim sebelumnya diwarnai transisi.
Tidak berhenti di Italia, ia sempat merasakan atmosfer sepak bola Portugal dengan bergabung ke Benfica dengan status pinjaman pada awal 2025. Langkah ini menunjukkan ambisi Belotti untuk terus kompetitif di usianya yang matang.
Kini bersama Como, para penggemar menantikan kontribusi nyata dari striker yang pernah mencetak rekor hat-trick tercepat di Serie A tersebut. Pengalamannya diharapkan mampu membantu Como bersaing di ketatnya kompetisi liga domestik Italia.