Bournemouth menatap kampanye Premier League 2026/27 dengan optimisme tinggi setelah mencatatkan sejarah terbaik mereka musim lalu. Klub yang bermarkas di Vitality Stadium ini sukses mengamankan posisi keenam dengan mengumpulkan 57 poin, sebuah prestasi yang membawa mereka lolos ke kompetisi Europa League untuk pertama kalinya.
Perubahan besar terjadi di kursi kepelatihan menyusul kepergian Andoni Iraola ke Liverpool. Manajemen Bournemouth kemudian menunjuk mantan pelatih Borussia Dortmund, Marco Rose, untuk menakhodai tim yang kini dihadapkan pada jadwal padat antara pertandingan domestik dan Eropa.
Persiapan matang telah dilakukan Rose dengan menggelar rangkaian pramusim yang cukup impresif. Skuad The Cherries berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas St Pauli dan Genoa, serta mencatatkan hasil imbang saat berhadapan dengan Real Betis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTantangan utama yang akan dihadapi Bournemouth musim ini adalah kedalaman skuad untuk melakoni rotasi pemain. Bermain di dua kompetisi berbeda membuat Rose harus cerdas meracik strategi agar stamina pemain tetap terjaga sepanjang musim yang panjang.
Strategi Baru Marco Rose dan Target Bournemouth
Marco Rose tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1 yang selama ini menjadi ciri khas taktiknya, sebagaimana terlihat sepanjang laga pramusim. Pendekatan agresif dengan gaya menekan lawan saat kehilangan bola menjadi fondasi utama yang ingin ia terapkan di Bournemouth.
Rose dikenal memiliki kemampuan dalam memaksimalkan peran gelandang serang, seperti yang pernah ia lakukan pada pemain bintang di klub sebelumnya. Dengan absennya Junior Kroupi karena cedera, pemain lain seperti Justin Kluivert kini memiliki peluang emas untuk unjuk gigi di lini tengah.
Ambisi klub musim ini cukup jelas, yakni kembali bersaing di papan atas klasemen demi mengamankan tempat di kompetisi Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun. Meski kompetisi Europa League bakal diikuti tim besar seperti AC Milan dan Juventus, The Cherries merasa tidak gentar.
Selain fokus pada liga, Bournemouth juga membidik trofi domestik sebagai target realistis musim ini. Dengan persaingan yang terbuka, Rose yakin timnya mampu memberikan kejutan dan berjuang hingga babak final di Wembley demi meraih gelar juara pertama mereka.