Daniele De Rossi dikenang sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik yang pernah dimiliki oleh klub Serie A AS Roma dan tim nasional Italia. Lahir di Roma pada 24 Juli 1983, ia mendedikasikan sebagian besar karier profesionalnya untuk membela klub masa kecilnya tersebut dengan penampilan yang penuh determinasi dan kepemimpinan di lapangan.
Perjalanan karier profesionalnya dimulai saat membuat debut bersama tim senior AS Roma pada tahun 2001 di bawah arahan pelatih Fabio Capello. Selama 18 musim berseragam Giallorossi, ia mencatatkan 616 penampilan di berbagai ajang resmi, menempatkannya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak kedua sepanjang sejarah klub di belakang Francesco Totti.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePrestasi gemilang juga diraihnya di level internasional bersama timnas Italia dengan mengoleksi 117 caps serta mencetak 21 gol, yang menjadikannya gelandang paling subur bagi Gli Azzurri pasca-Perang Dunia II. Puncak kejayaannya bersama timnas terjadi ketika ia sukses merengkuh trofi juara Piala Dunia 2006 di Jerman.
Setelah memutuskan gantung sepatu dari dunia sebagai pemain profesional pada tahun 2020 usai memperkuat klub Argentina Boca Juniors, ia bertransisi ke dunia kepelatihan. Berbekal pengalaman panjang di level tertinggi, ia kini aktif menangani klub sebagai pelatih kepala untuk membagikan pemahaman taktik sepak bolanya.
Perjalanan Karier dan Loyalitas Tanpa Batas di AS Roma
Kesetiaan Daniele De Rossi terhadap AS Roma terbukti dari berbagai pencapaian penting selama membela klub ibu kota Italia tersebut. Ia turut mengantarkan Giallorossi meraih gelar Coppa Italia dua musim berturut-turut pada 2007 dan 2008, serta trofi Supercoppa Italiana pada tahun 2007.
Sikap fair play yang tinggi pernah ditunjukkannya pada musim 2005 dan 2006 ketika ia secara jujur mengakui kepada wasit bahwa dirinya mencetak gol menggunakan tangan saat melawan Messina. Kejadian tersebut membuat golnya dianulir meski akhirnya AS Roma tetap keluar sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut.
Kepemimpinan di lini tengah semakin matang seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya ia dipercaya mengenakan ban kapten secara permanen setelah Francesco Totti pensiun pada akhir musim 2017 dan 2018. Ia juga memegang peran vital saat membawa AS Roma melaju hingga babak semifinal Liga Champions Eropa.
Dedikasi luar biasa tersebut membuat namanya abadi sebagai ikon kesetiaan di kancah sepak bola modern Italia. Karakter tangguh dan visi permainan yang tajam menjadikannya salah satu gelandang paling disegani oleh para lawan di kompetisi domestik maupun Eropa.