Fabio Capello lahir pada 18 Juni 1946 dan dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Italia, baik sebagai pemain maupun juru taktik. Perjalanan kariernya di dunia si kulit bundar diwarnai berbagai pencapaian gemilang bersama klub-klub top Eropa serta tim nasional Italia.
Sebagai seorang gelandang, Capello mengawali langkah profesionalnya di SPAL sebelum memperkuat klub-klub besar seperti AS Roma, AC Milan, dan Juventus. Ia dikenal sebagai pemain tengah yang cerdas secara taktik, memiliki visi luar biasa, serta kemampuan mengeksekusi penalti dengan sangat baik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePuncak karier bermainnya di level klub diraih saat berseragam Juventus dengan mempersembahkan tiga gelar Serie A, serta memenangi Coppa Italia dan Scudetto bersama AC Milan. Di panggung internasional, ia mencatatkan 32 penampilan dan mencetak delapan gol untuk timnas Italia.
Salah satu momen paling dikenang dalam karier bermainnya adalah ketika ia mencetak gol kemenangan bersejarah yang membawa Italia mengalahkan Inggris 10 di Stadion Wembley pada tahun 1973. Selepas gantung sepatu akibat cedera lutut berkepanjangan, ia bertransisi menjadi salah satu pelatih paling disegani di dunia.
Karier Kepemimpinan dan Deretan Trofi Elit
Karier manajerial Fabio Capello langsung mencuri perhatian dunia ketika ia ditunjuk menangani AC Milan pada awal dekade 1990-an. Di bawah kepemimpinannya, Rossoneri mendominasi kompetisi domestik dan merengkuh trofi Liga Champions Eropa setelah membantai Barcelona empat gol tanpa balas.
Kesuksesan tersebut tidak berhenti di Italia saja karena ia kemudian hijrah ke Spanyol dan sukses mempersembahkan gelar La Liga bagi Real Madrid pada kesempatan pertamanya. Tak lama berselang, ia juga berhasil membawa AS Roma meraih Scudetto pertama mereka dalam kurun waktu 18 tahun pada musim 2001.
Selain sukses di level klub, Capello juga pernah mendapat kepercayaan untuk membesut tim nasional Inggris pada tahun 2007 dan meloloskan mereka ke putaran final Piala Dunia 2010. Pengalaman internasionalnya berlanjut saat ia menakhodai timnas Rusia sebelum akhirnya memutuskan pensiun dari dunia kepelatihan.
Berkat konsistensi, ketegasan filosofi taktik, serta deretan trofi bergengsi yang diraih di berbagai negara, Capello diakui sebagai salah satu pelatih terhebat sepanjang masa. Warisan taktik dan kedisiplinannya tetap menjadi inspirasi bagi banyak generasi pelaku sepak bola modern hingga saat ini.