Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil RB Leipzig, Klub Bundesliga...
OLAHRAGA

Profil RB Leipzig, Klub Bundesliga Penuh Kontroversi dari Red Bull

By Dewi Lestari • 3 min read • 7 Agustus 2026
Logo dan stadion RB Leipzig Red Bull Arena

Logo dan stadion RB Leipzig Red Bull Arena

RasenBallsport Leipzig atau lebih dikenal RB Leipzig merupakan klub sepak bola profesional Jerman yang berbasis di Leipzig, Sachsen. Klub ini didirikan pada 19 Mei 2009 atas inisiatif perusahaan Red Bull GmbH yang membeli hak bermain SSV Markranstädt dari divisi kelima. Target utama pendirian klub ini adalah menembus Bundesliga dalam delapan tahun.

RB Leipzig memulai perjalanan dari NOFV-Oberliga Süd dan berhasil meraih promosi beruntun hingga akhirnya tampil di Bundesliga pada musim 2015-16. Debut musim pertama langsung berakhir manis dengan finis runner-up dan tiket ke UEFA Champions League. Prestasi terbaik di Eropa diraih pada 2020 ketika mereka menembus semifinal.

Gelar domestik pertama datang dalam bentuk DFB Pokal yang diraih dua musim beruntun pada 2022 dan 2023. Kesuksesan ini menjadikan RB Leipzig sebagai salah satu kekuatan baru di sepak bola Jerman. Namun di balik prestasi, klub ini selalu dibayangi kontroversi karena model kepemilikan yang bertentangan dengan tradisi 50+1 di Jerman.

RB Leipzig memainkan laga kandang di Red Bull Arena, stadion berkapasitas besar yang sebelumnya dikenal sebagai Zentralstadion. Stadion ini pernah menjadi venue Piala Dunia 2006 dan menjadi stadion sepak bola terbesar kedua di Jerman Timur setelah Olympiastadion Berlin. Julukan klub adalah Die Roten Bullen atau The Red Bulls.

Kontroversi dan Kritik terhadap Model Bisnis RB Leipzig

Proses pendirian RB Leipzig sendiri cukup panjang. Red Bull GmbH sempat mencoba berinvestasi di FC Sachsen Leipzig pada 2006 namun gagal karena DFB menolak perubahan nama menjadi "FC Red Bull Sachsen Leipzig". Upaya serupa juga ditolak oleh FC St. Pauli, TSV 1860 Munich, dan Fortuna Düsseldorf akibat protes suporter dan aturan DFB.

Kota Leipzig dipilih karena memiliki sejarah panjang di sepak bola Jerman sebagai tempat berdirinya DFB dan kampung halaman juara nasional pertama VfB Leipzig. Kota berpenduduk 500 ribu jiwa ini juga memiliki infrastruktur memadai seperti bandara internasional dan stadion besar, serta tidak memiliki klub Bundesliga sejak 1994.

Keberadaan RB Leipzig menuai kritik keras dari berbagai kalangan pecinta sepak bola Jerman. Mereka menilai pengaruh korporasi Red Bull yang terlalu dominan bertentangan dengan aturan 50+1 yang mengharuskan klub dikuasai oleh anggota. Kritik ini membuat RB Leipzig sering mendapat sambutan buruk saat bertanding di kandang lawan.

Red Bull GmbH menghabiskan waktu tiga setengah tahun mencari lokasi investasi yang tepat sebelum memilih Leipzig. Dietrich Mateschitz selaku pemilik Red Bull mendapat saran dari Franz Beckenbauer untuk menginvestasikan dananya di kota tersebut. Rencana awal investasi mencapai 50 juta euro sebelum akhirnya berubah menjadi pendirian klub baru.

Topics
rb leipzig bundesliga red bull sepak bola jerman dfb pokal champions league die roten bullen leipzig dietrich mateschitz kontroversi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.