Millennium Stadium atau Stadiwm y Mileniwm dalam bahasa Welsh berdiri megah di jantung kota Cardiff sejak Juni 1999. Stadion nasional Wales ini memiliki kapasitas 73.931 tempat duduk dan dilengkapi atap yang bisa dibuka-tutup (retractable roof). Fasilitas canggih ini menjadikannya sebagai stadion terbesar di Wales dan terbesar keempat di Britania Raya. Nama resminya berganti menjadi Principality Stadium pada tahun 2016 setelah adanya kesepakatan sponsorship 10 tahun dengan Principality Building Society.
Kelahiran Millennium Stadium tak lepas dari kebutuhan Wales akan venue berstandar internasional. Sebelumnya, National Stadium di Cardiff Arms Park hanya berkapasitas 53 ribu penonton, tertinggal jauh dari Twickenham (75 ribu) dan Murrayfield (67 ribu). Keinginan menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby 1999 mendorong Welsh Rugby Union (WRU) membangun stadion anyar. Opsi membangun di Bridgend sempat mengemuka, namun akhirnya diputuskan tetap di lokasi lama dengan redesign total senilai 121 juta poundsterling.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePembangunan stadion ini melibatkan arsitek Bligh Lobb Sports Architecture dan konsultan struktur WS Atkins. Kontraktor Laing mengerjakan konstruksi yang juga mencakup pembongkaran sejumlah gedung di sekitar Cardiff Arms Park, termasuk Wales Empire Pool dan kantor BT. Dana sebesar 46 juta poundsterling berasal dari Millennium Commission, sisanya dari penjualan debenture dan pinjaman. Stadion ini menjadi yang kedua di Eropa setelah Amsterdam Arena yang memiliki atap retraktibel, sebuah teknologi yang memungkinkan penyelenggaraan acara sepanjang tahun.
Pertandingan perdana Millennium Stadium digelar pada 26 Juni 1999 mempertemukan Wales melawan Afrika Selatan dalam laga uji coba rugby. Saat itu Wales berhasil menang 29-19 dan mencatatkan kemenangan pertama mereka atas Springboks. Sejak saat itu, stadion ini menjadi markas utama tim nasional rugby Wales dan juga digunakan untuk pertandingan tim nasional sepak bola Wales. Statusnya sebagai kategori empat UEFA membuatnya layak menggelar laga puncak Liga Champions 2017 yang dimenangkan Real Madrid.
Desain dan Teknologi Atap Retraktibel Andalusia
Selama masa renovasi Wembley Stadium (2001-2006), Millennium Stadium dipilih sebagai venue final Piala FA, Piala Liga, dan playoff Liga Inggris. Stadion ini juga menjadi tuan rumah berbagai konser besar, balap reli World Rally Championship, hingga Speedway Grand Prix. Saat Olimpiade London 2012, venue ini digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola. Dengan segala multifungsinya, Millennium Stadium menjelma menjadi pusat hiburan dan olahraga paling vital di Wales.
Salah satu daya tarik utama Millennium Stadium adalah atap baja raksasa yang dapat dibuka dalam waktu sekitar 20 menit. Sistem ini dirancang oleh Mike Otlet dari WS Atkins dan dikerjakan oleh Kelsey Roofing Industries. Atap ini memungkinkan pencahayaan alami masuk untuk menjaga kualitas rumput, sekaligus menutup saat hujan untuk kenyamanan penonton. Dari 4.500 komponen atap, seluruhnya difabrikasi dan dipasang oleh Cimolai S.p.A. dari Italia.
Desain arsitektur stadion ini terinspirasi dari empat menara ikonik yang menjadi ciri khas bangunan. Tim desain yang dipimpin Rod Sheard dari Lobb Sport Architecture berhasil menggabungkan elemen modern dengan fungsi optimal. Tidak hanya atap, stadion ini juga dilengkapi dengan River Walk di sisi barat yang menghadap Sungai Taff, yang dibangun dengan biaya 6 juta poundsterling. Fasilitas ini menjadi akses alternatif bagi penonton sekaligus mempercantik kawasan sekitar.
Perubahan nama menjadi Principality Stadium pada 2016 juga diikuti pergantian logo. Tiga desain logo sempat masuk daftar finalis sebelum dipilih oleh panel yang melibatkan mantan kapten timnas Wales Ryan Jones. Logo baru tersebut terinspirasi dari bentuk arsitektur stadion yang melengkung dan modern. Nama baru terpampang di area seluas 114 meter persegi di bagian atas stadion dan diresmikan dalam upacara cahaya spesial pada 22 Januari 2016.