Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Sejarah Final Liga Champions 2014,...
OLAHRAGA

Sejarah Final Liga Champions 2014, Drama Real Madrid vs Atletico Madrid

By Redaksi Kabayan News 3 min read 15 Agustus 2026
Pemain Real Madrid merayakan kemenangan di final Liga Champions 2014

Pemain Real Madrid merayakan kemenangan di final Liga Champions 2014

Pertandingan final Liga Champions musim 2013-2014 menyajikan derbi ibu kota yang sangat dramatis antara Real Madrid dan Atletico Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal. Laga puncak yang dihelat pada 24 Mei 2014 tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya dua tim dari kota yang sama saling berhadapan di partai final kompetisi elit Eropa.

Real Madrid sukses mengamankan gelar juara setelah menaklukkan rival sekotanya dengan skor akhir 4-1 melalui babak tambahan waktu. Kemenangan gemilang ini sekaligus mengantar Los Blancos meraih trofi Liga Champions kesepuluh atau yang dikenal dengan sebutan La Decima setelah menanti selama 12 tahun lamanya.

Jalannya pertandingan sangat menegangkan sejak menit awal ketika Atletico Madrid sempat memimpin lebih dulu lewat sundulan Diego Godin pada babak pertama. Pasukan Diego Simeone tampil sangat disiplin dan bertahan dengan rapat untuk membendung gempuran bertubi-tubi dari lini serang Real Madrid sepanjang waktu normal.

Namun, keajaiban terjadi pada masa injury time babak kedua ketika Sergio Ramos mencetak gol penyeimbang lewat sundulan kepala memanfaatkan sepak pojok Luka Modric. Gol dramatis pada menit ke-93 tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak extra time di mana Real Madrid akhirnya menguasai jalannya laga.

Pesta Gol Los Blancos di Babak Tambahan Waktu

Memasuki babak tambahan waktu, dominasi fisik dan mental sepenuhnya berada di pihak Real Madrid yang tampil jauh lebih bugar dibandingkan para pemain Atletico Madrid. Skuad asuhan Carlo Ancelotti terus menekan pertahanan lawan yang mulai kelelahan setelah berjuang keras sepanjang 90 menit waktu normal.

Gol yang dinanti-nantikan pendukung Los Blancos akhirnya tercipta pada menit ke-110 melalui aksi brilian Gareth Bale yang menyundul bola muntah hasil tembakan Angel Di Maria. Keunggulan 2-1 membuat moral pemain Real Madrid semakin tak terkendalikan di atas lapangan hijau Estadio da Luz.

Tak lama berselang, bek kiri Marcelo memperbesar keunggulan Real Madrid menjadi 3-1 lewat tendangan keras jarak jauh yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang Thibaut Courtois. Pesta kemenangan Los Blancos ditutup manis oleh eksekusi penalti Cristiano Ronaldo menjelang akhir babak tambahan waktu.

Kemenangan 4-1 ini mengukuhkan dominasi sejarah Real Madrid di pentas Eropa sekaligus memastikan pelatih Carlo Ancelotti menyamai rekor manajer legendaris yang meraih tiga gelar Liga Champions. Bagi Atletico Madrid, kekalahan tersebut mengubur impian mereka untuk merengkuh trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Topics
liga champions real madrid atletico madrid sergio ramos estadio da luz cristiano ronaldo gareth bale sepak bola sejarah carlo ancelotti
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.