Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, memasuki musim 2026/2027 dengan tantangan besar untuk memulihkan reputasi setelah mengalami periode sulit di kancah Eropa. Penurunan performa klub-klub Italia tercermin dari tersingkirnya Inter Milan lebih awal di Liga Champions musim lalu, serta kegagalan timnas Italia menembus putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun.
Persaingan domestik musim ini diprediksi tetap sengit dengan perpaduan wajah lama dan baru di kursi manajer. Inter Milan, di bawah asuhan Cristian Chivu, masih difavoritkan setelah mengamankan gelar Scudetto ke-21 musim lalu. Sementara itu, AC Milan mencoba peruntungan baru dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih untuk memperbaiki performa tim.
AC Milan melakukan langkah besar di bursa transfer dengan mendatangkan penyerang Goncalo Ramos senilai 74 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun, yang menjadi rekor pembelian klub musim ini. Kehadiran Ramos diharapkan mampu mempertajam lini depan bersama Rafael Leao dan Christian Pulisic dalam formasi 3-4-3 andalan Amorim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Juventus melakukan perombakan lini serang setelah merekrut Randal Kolo Muani dengan biaya transfer mencapai 50 juta euro atau sekitar Rp850 miliar. Penyerang asal Prancis tersebut akan menjadi tumpuan utama skuad Bianconeri untuk bersaing kembali di papan atas klasemen Serie A.
Rotasi Pelatih dan Harapan di Kompetisi Eropa
Inter Milan sendiri melakukan rejuvenasi skuad dengan melepas sejumlah pemain veteran seperti Francesco Acerbi dan Yann Sommer yang memiliki akumulasi usia mencapai 146 tahun. Sebagai pengganti, mereka mendatangkan bek John Stones untuk memperkokoh lini pertahanan dan memberikan kecepatan di barisan belakang.
Klub kejutan musim lalu, Como, di bawah asuhan Cesc Fabregas kini menghadapi tantangan lebih berat karena harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan Eropa. Perjalanan Como di kompetisi Eropa akan menjadi ujian nyata bagi sang manajer dalam mengelola kedalaman skuad.
Serie A kembali menunjukkan tren rotasi pelatih yang menjadi ciri khas kompetisi ini dalam beberapa tahun terakhir. Maurizio Sarri kini menukangi Atalanta, sementara Ivan Juric berpindah ke Monza setelah sempat menangani klub asal Bergamo tersebut pada musim lalu.
Sejumlah legenda sepak bola Italia pun kembali ke lapangan sebagai manajer, seperti Gennaro Gattuso yang ditunjuk menukangi Lazio dan Fabio Grosso yang melatih Fiorentina. Kehadiran nama-nama besar ini diharapkan mampu membawa gairah baru di tengah upaya klub-klub Italia untuk bersaing dengan kekuatan dari luar negeri.
Fiorentina sendiri berbenah dengan melakukan belanja pemain secara besar-besaran, termasuk meminjam pemain muda berbakat Franco Mastantuono dari Real Madrid. Langkah ini diharapkan dapat menjauhkan Fiorentina dari zona degradasi yang sempat mengancam mereka pada musim sebelumnya.
Nasib klub-klub Italia di kompetisi Eropa akan menjadi tolok ukur utama keberhasilan Serie A musim ini. Publik Italia berharap tim-tim papan atas dapat memberikan impresi positif saat menghadapi lawan-lawan dari liga lain guna memperbaiki posisi dalam koefisien UEFA.