Kepolisian Korea Selatan melakukan penggeledahan di markas besar Korea Football Association (KFA) sebagai bagian dari investigasi mendalam terhadap prosedur penunjukan Hong Myung-bo sebagai juru taktik tim nasional pria. Langkah hukum ini diambil menyusul kegagalan skuad Taeguk Warriors tersingkir lebih awal pada babak penyisihan grup ajang Piala Dunia 2026.
Berdasarkan laporan AFP, aparat penegak hukum menyita sejumlah dokumen penting guna menyelidiki indikasi intervensi pejabat tinggi federasi dalam proses seleksi pelatih. Penyelidikan tersebut berfokus pada dugaan pelanggaran regulasi internal organisasi serta potensi penghindaran transparansi yang merugikan kredibilitas sepak bola nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelumnya, penunjukan Hong Myung-bo pada pertengahan 2024 memang menuai penolakan dari internal komite teknik dan mantan pemain karena dinilai mengabaikan aturan baku. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan sempat menemukan adanya ketidakberesan administratif dalam proses seleksi tersebut.
Mantan pelatih berusia 57 tahun itu telah mengakhiri masa baktinya dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas hasil minor di turnamen akbar tersebut. Di sisi lain, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap manajemen olahraga nasional.
"Kegagalan ini merupakan konsekuensi dari promosi orang-orang tidak kompeten ke posisi kepemimpinan," ujar Lee Jae-myung dalam tanggapannya terhadap carut-marut tata kelola federasi olahraga.