Pebalap sepeda papan atas dunia asal Slovenia, Tadej Pogacar, dipastikan bakal kembali ambil bagian dalam ajang balap Vuelta a Espana untuk pertama kalinya sejak tahun 2019 lalu. Konfirmasi keikutsertaan sang juara Tour de France tersebut disampaikan secara resmi oleh timnya, UAE Team Emirates, melalui media sosial.
Pebalap berusia 27 tahun itu langsung difavoritkan keluar sebagai juara dalam ajang Grand Tour 21 etape yang dijadwalkan mulai bergulir di Monaco pada 22 Agustus mendatang. Pogacar sendiri memiliki kenangan manis saat finis di peringkat ketiga sekaligus merebut tiga kemenangan etape pada debutnya di Vuelta enam tahun silam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBagi Pogacar, keputusan kembali tampil di Spanyol didorong oleh motivasi besar untuk menutup musim kompetisi tahun ini dengan catatan gemilang bersama tim. Dirinya merasa momen saat ini sangat tepat untuk kembali merasakan atmosfer persaingan ketat di ajang tersebut setelah meraih hasil luar biasa di Tour de France bulan Juli lalu.
Jika mampu keluar sebagai pemenang di Spanyol, Pogacar berpeluang mencatatkan sejarah baru sebagai pebalap keempat yang sukses mengawinkan gelar Tour de France dan Vuelta a Espana dalam tahun yang sama. Selain itu, ia juga berhak masuk dalam daftar eksklusif pebalap yang mampu merajai seluruh ajang Grand Tour sepanjang karier profesional mereka.
Ambisi Besar Melengkapi Koleksi Grand Tour
Kehadiran Tadej Pogacar di garis start Vuelta a Espana dipastikan bakal menjadi daya tarik utama bagi para pecinta balap sepeda di seluruh penjuru dunia. Reputasinya sebagai penguasa baru ajang Grand Tour membuat persaingan memperebutkan gelar juara umum diprediksi bakal berlangsung sengit.
Dukungan penuh dipastikan akan diberikan oleh UAE Team Emirates untuk membantu pebalap utamanya tersebut mewujudkan target ambisius di penghujung musim. Kekuatan skuad yang solid menjadi modal utama bagi tim asal Uni Emirat Arab itu dalam menghadapi rute berat di tanah Spanyol.
Tantangan fisik dan mental menanti para peserta mengingat rute Vuelta a Espana dikenal memiliki trek tanjakan ekstrem yang menguras tenaga. Kendati demikian, modal kemenangan di Tour de France dan Giro d Italia sebelumnya memberikan kepercayaan diri tinggi bagi sang bintang.
Seluruh mata pencinta olahraga balap sepeda kini tertuju pada aksi sang juara bertahan untuk melihat apakah ia mampu menuntaskan misi bersejarah tersebut hingga garis akhir.