Tradisi pensiun nomor punggung atau retired number dalam dunia olahraga profesional merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi seorang atlet. Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa kebijakan ini diambil manajemen klub setelah pemain meninggalkan tim, pensiun, atau meninggal dunia, dengan cara mengeluarkan nomor seragam dari peredaran agar tidak dipakai oleh pemain lain di masa depan.
Berdasarkan sejarah, klub hoki es Toronto Maple Leafs menjadi tim profesional pertama memprakarsai tradisi ini pada tahun 1934 ketika memensiunkan nomor 6 milik Ace Bailey. Sejak saat itu, praktik tersebut menyebar luas ke berbagai cabang olahraga populer seperti bisbol, kriket, basket, American football, hingga sepak bola.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah olahraga, beberapa tim bahkan mendedikasikan nomor punggung khusus untuk mengapresiasi loyalitas suporter. Sebagai contoh, klub yang menggunakan formasi sebelas pemain sering memensiunkan nomor 12 sebagai bentuk penghargaan kepada pendukung setia yang dijuluki sebagai pemain kedua belas.
Mengutip laporan terkait aturan internal klub, jika seorang pemain masih aktif berseragam ketika nomornya dipensiunkan, ia biasanya tetap diizinkan mengenakan nomor tersebut hingga akhir kariernya bersama tim. Momen emosional pernah terjadi pada tahun 1987 ketika bintang Boston Bruins Ray Bourque merelakan nomor 7 miliknya untuk diserahkan langsung kepada legenda Phil Esposito dalam sebuah Upacara penghormatan.
Selain prestasi di lapangan, sejumlah klub memberikan penghormatan serupa karena tragedi kemanusiaan atau jasa luar biasa di luar olahraga. Contoh nyata terlihat pada keputusan klub hoki es Vegas Golden Knights memensiunkan nomor 58 demi mengenang para korban tragedi penembakan massal di Las Vegas pada tahun 2017.
Dari analisis Kabayan News, beberapa waralaba olahraga bahkan memilih langkah unik tanpa harus meresmikan pensiun nomor di langit-langit stadion, namun secara lisan memastikan nomor tersebut tidak akan pernah diberikan lagi kepada pemain baru. Kebijakan ini menegaskan betapa kuatnya nilai historis sebuah nomor punggung bagi perjalanan sebuah klub profesional di kancah global.